10 Ruas Tol Fungsional Siap Layani Pemudik Lebaran 2026 untuk Mengatasi Lonjakan Kendaraan

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan sepuluh ruas tol fungsional yang akan beroperasi selama arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang diprediksi akan terjadi pada saat libur lebaran.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, mengungkapkan bahwa inisiatif ini diambil sejalan dengan perkiraan adanya lonjakan pergerakan masyarakat yang akan terjadi dalam empat gelombang arus mudik dan arus balik.
Faizal menjelaskan bahwa ruas tol fungsional ini diharapkan dapat membantu mengalirkan kendaraan dari jalur utama yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan.
“Dengan adanya tol fungsional ini, kami yakin bisa memperlancar arus kendaraan dan mengurangi beban yang ada di jalur utama,” ungkap Faizal dalam acara Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Ia juga menambahkan bahwa dua ruas tol yang dianggap paling strategis adalah Tol Jabar Selatan, khususnya ruas Cipeuyeum–Cisokan yang telah siap sepenuhnya, serta tol fungsional yang mengarah ke Sukabumi untuk mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Cibadak.
Menurut Faizal, kepolisian memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 14–15 Maret dan 18–19 Maret.
Sementara untuk arus balik, puncaknya diprediksi akan terjadi pada tanggal 24–25 Maret dan 28–29 Maret.
“Berdasarkan analisis ini, kami bersama berbagai pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan personel dan penempatan posko secara terencana,” jelasnya.
Selain menyiapkan jalur alternatif, Polri juga telah memetakan lima lokasi yang rawan mengalami kepadatan selama periode mudik.
Titik-titik tersebut mencakup ruas tol dan tempat istirahat, jalan arteri nasional, pelabuhan penyeberangan, stasiun, serta bandara dan kawasan wisata.
Faizal menekankan bahwa rest area di jalur tol menjadi salah satu lokasi yang sering menyebabkan perlambatan arus kendaraan.
Oleh karena itu, Polri telah menyiapkan sistem pemantauan kendaraan secara digital untuk mendapatkan informasi tentang kondisi parkir secara real-time.
“Kami telah mengembangkan sistem digital yang mampu memantau jumlah kendaraan yang masuk dan keluar secara langsung. Informasi mengenai ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi terkini,” jelasnya.
Di sisi lain, Polri juga akan mendirikan pos pemeriksaan di sejumlah titik strategis untuk memantau kondisi kendaraan dan pengemudi. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan saat melakukan perjalanan jauh.
“Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika kami menemukan pengemudi yang kelelahan, kami akan meminta mereka untuk beristirahat demi keselamatan bersama,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: Ekonom Paramadina: Diskon Transportasi-BSU Konsepnya “Tangan di Atas”, Buat Rakyat Ketergantungan
➡️ Baca Juga: Peran Dakwah dalam Menangkal Radikalisme



