Sejumlah tim besar di dunia sepak bola diprediksi akan menghadapi risiko kejutan di fase grup Piala Dunia FIFA 2026, terutama setelah perubahan format turnamen menjadi 48 peserta.
Dengan penerapan sistem baru yang memberikan kesempatan bagi tim peringkat ketiga untuk melanjutkan ke babak selanjutnya, peluang untuk tersingkir memang terasa lebih kecil. Namun, sejarah menunjukkan bahwa hasil-hasil tak terduga tetap dapat terjadi, sama seperti pada edisi-edisi sebelumnya.
Meski beberapa negara memiliki status unggulan, mereka tetap berpotensi tersingkir lebih awal. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk inkonsistensi performa, proses regenerasi pemain, serta ketatnya persaingan di fase grup.
Mengacu pada analisis dari berbagai sumber, berikut adalah tujuh tim yang diperkirakan bisa mengalami kegagalan di fase grup Piala Dunia 2026:
Jerman belum merasakan fase gugur sejak menjuarai Piala Dunia 2014. Meskipun secara kualitas mereka masih dianggap unggul, performa yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka tetap rawan tersingkir. Secara teori, mereka seharusnya bisa meraih poin dari tim-tim yang lebih lemah, namun potensi kehilangan poin dari lawan-lawan seperti Ekuador dan Pantai Gading tetap mengintai.
Timnas Brasil memiliki rekor impresif dengan selalu lolos dari fase grup sejak tahun 1966. Namun, performa yang belum sepenuhnya stabil dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian. Di bawah kepelatihan Carlo Ancelotti, ada tanda-tanda perbaikan, tetapi hasil di Copa America dan laga uji coba menunjukkan bahwa tim ini masih dalam proses untuk menemukan performa terbaiknya. Laga pembuka melawan Maroko bisa menjadi penentu bagi langkah mereka.
Sebagai juara bertahan, Argentina juga dihadapkan pada potensi tekanan di fase grup. Meskipun masih diperkuat Lionel Messi, usia pemain kunci dan ketergantungan pada para senior menjadi sorotan. Tantangan dari lawan-lawan seperti Aljazair dan Austria berpotensi memberikan perlawanan yang ketat sejak awal turnamen.
Norwegia menunjukkan performa mengesankan di babak kualifikasi dengan catatan sempurna, namun pengalaman mereka di turnamen besar masih dipertanyakan. Tim yang dipimpin oleh Erling Haaland ini bisa jadi kejutan, namun ada risiko tersingkir cepat jika mereka gagal menunjukkan konsistensi saat menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman.
Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat berada di bawah sorotan besar. Di bawah kepelatihan Mauricio Pochettino, performa tim ini masih belum stabil. Hasil-hasil yang inkonsisten, termasuk kekalahan telak di laga uji coba, menunjukkan bahwa mereka tetap berisiko gagal memenuhi ekspektasi meski mendapatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
Prancis, meskipun menjadi salah satu favorit, tidak lepas dari risiko. Tim ini memiliki talenta yang melimpah, namun kombinasi dari cedera pemain kunci dan ketidakpastian formasi dapat menjadi bumerang. Dalam fase grup, mereka harus menghadapi lawan-lawan yang mungkin tidak diunggulkan, tetapi mampu memberikan kejutan.
Selain itu, Spanyol menjadi tim lain yang patut diwaspadai. Setelah meraih kesuksesan di Piala Dunia 2010 dan Euro 2008, performa mereka dalam beberapa tahun terakhir kerap tidak konsisten. Dengan banyaknya pemain muda yang berpotensi, mereka harus mampu membangun chemistry yang solid untuk bertahan di fase grup.
Dengan demikian, meskipun ada sistem baru yang memberikan peluang lebih besar untuk melanjutkan ke babak selanjutnya, sejumlah tim berisiko tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026. Kualitas individu dan pengalaman di lapangan akan menjadi kunci bagi tim-tim ini untuk menghindari kejutan yang tidak diinginkan.
➡️ Baca Juga: Tolak Anggaran Motor Listrik MBG 2025, Purbaya: Sebagian Telah Dikeluarkan dan Dibatasi!
➡️ Baca Juga: Penanganan Kasus Pencurian di Lingkungan Masyarakat
