UAE Mengungkap Cegatan 186 Rudal Balistik Iran Sejak Awal Serangan yang Memicu Ledakan

Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencegat lebih dari 180 rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Tindakan ini menunjukkan kesiapan UEA dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat di kawasan Teluk.
Dalam sebuah konferensi pers, Brigadir Jenderal Pilot Abdulnasir Alhameedi, juru bicara Kementerian Pertahanan UEA, menegaskan komitmen negara tersebut untuk tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan operasional yang tinggi guna menanggulangi berbagai potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Menurut data yang dirilis oleh otoritas UEA, sejak dimulainya serangan Iran, sistem pertahanan udara UEA telah berhasil menangani 186 rudal balistik. Dari jumlah tersebut, 172 rudal berhasil dihancurkan, sedangkan 13 rudal jatuh ke laut dan satu lagi mendarat di wilayah UEA. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Emirat WAM.
Sebagian besar dampak yang tercatat merupakan hasil dari operasi pencegatan yang dilakukan, dan bukan akibat serangan langsung. Hal ini menunjukkan efektivitas sistem pertahanan udara yang dimiliki UEA dalam menghadapi ancaman rudal.
Alhameedi menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata UEA mengoperasikan sistem pertahanan udara yang multi-lapisan dan terintegrasi, yang dirancang untuk mengatasi berbagai jenis ancaman udara yang mungkin muncul. Sistem ini merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keamanan negara.
UEA juga dilaporkan memiliki cadangan amunisi strategis yang cukup untuk mendukung keberlanjutan operasi pertahanan dalam waktu yang lama. Hal ini penting untuk memastikan kesiapan tempur terus terjaga dan keamanan nasional tidak terganggu.
Keberhasilan sistem pertahanan UEA dalam mencegat rudal balistik pada waktu yang tepat sangat krusial. Tindakan ini tidak hanya mengurangi potensi kerusakan, tetapi juga mencegah hilangnya nyawa dan kerugian harta benda yang lebih besar.
Namun, Kementerian Pertahanan UEA mengakui bahwa operasi pencegatan yang dilakukan tersebut menimbulkan suara dentuman yang terdengar di berbagai lokasi di seluruh UEA. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memahami situasi yang terjadi.
Angkatan Bersenjata UEA terus memantau situasi di darat, laut, dan udara. Komando Umum Angkatan Bersenjata UEA bertekad untuk memperkuat sistem pertahanan, sistem peringatan dini, dan struktur komando terpadu guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap setiap ancaman yang muncul.
Kementerian Pertahanan UEA juga mendorong masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh otoritas terkait. Penting bagi warga untuk mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya demi menjaga ketenangan dan keamanan.
Pada tanggal 28 Februari, serangkaian serangan dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Laporan mengenai kerusakan dan korban sipil muncul, dan televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
➡️ Baca Juga: IHSG Turun 4,32 Persen di Sesi I, Semua Sektor dan Saham LQ45 Alami Penurunan Signifikan
➡️ Baca Juga: Hukum Bughat dalam Islam: Pengertian dan Hukumnya




