Annisa Hadiyanti Mengungkapkan Tak Menerima Imbalan Meski Jadi Pendiri Nussa Rara

Jakarta – Setelah perpisahan dari Aditya Triantoro, Annisa Hadiyanti mulai mengungkapkan pengalaman pahit yang pernah ia alami. Sebagai salah satu pendiri dari serial animasi Nussa Rara, ia mengaku pernah dipecat dari perusahaan yang ia dirikan bersama mantan suaminya.
Ia bahkan menyoroti bahwa pemecatan tersebut dilakukan secara sepihak di tengah proses perceraian mereka. Lebih mengejutkan lagi, Annisa mengungkapkan bahwa ia tidak menerima imbalan apapun dari perusahaan meskipun ia adalah salah satu pendiri yang berkontribusi sejak proyek animasi itu dimulai. Mari kita gali lebih dalam mengenai kisahnya.
Annisa mengekspresikan kekecewaannya karena merasa diusir tanpa alasan yang jelas dari perusahaan yang telah ia bantu bangun dengan keras.
“Seharusnya saya bisa memperpanjang, istilahnya. Sebenarnya saat pertama kali terungkap bahwa saya tidak mampu menahan diri, tidak memikirkan Nussa, dan tidak memikirkan perusahaan, ya sudah bisa saja saya mengikuti hawa nafsu. Namun, tidak akan ada Nussa yang sekarang dapat mereka jual. Itulah mengapa saya merasa sakit hati saat dipecat tanpa alasan yang jelas,” ungkap Annisa saat diwawancara di YouTube C8 Podcast pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama Aditya Triantoro adalah dua individu yang mendirikan proyek animasi tersebut. Sejak awal pengembangan, mereka bekerja sama untuk membangun intellectual property (IP) yang kini dikenal luas sebagai serial animasi Nussa.
Namun, hubungan pribadi mereka mulai menghadapi masalah ketika Aditya secara tiba-tiba meminta perceraian tanpa memberikan penjelasan yang memadai. Seiring waktu, Annisa mengetahui adanya dugaan perselingkuhan yang semakin memperburuk keadaan rumah tangga mereka. Konflik tersebut, sayangnya, turut mempengaruhi hubungan profesional mereka di perusahaan.
Meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan, Annisa berusaha untuk tetap tenang agar masalah pribadi tidak merusak masa depan proyek animasi yang tengah berkembang. Ia memilih untuk menahan emosinya demi menjaga keberlangsungan karya yang telah mereka ciptakan.
Namun, keadaan di perusahaan semakin rumit setelah konflik dalam rumah tangga mereka mencapai puncaknya. Annisa mengungkapkan bahwa produksi animasi sempat terganggu akibat masalah yang terjadi dalam kehidupan pribadi mereka.
Kisah Annisa dan Aditya bukan hanya sekadar cerita tentang perceraian, tetapi juga mencerminkan tantangan yang sering dihadapi oleh para pendiri dalam dunia bisnis, terutama ketika urusan pribadi dan profesional saling bertabrakan. Annisa, yang dikenal sebagai pendiri Nussa Rara, menunjukkan ketahanan dan komitmen terhadap proyek yang telah mereka bangun bersama.
Sebagai pendiri Nussa Rara, Annisa tidak hanya berperan dalam menciptakan konten yang berkualitas, tetapi juga harus berhadapan dengan dinamika yang kompleks antara hubungan pribadi dan profesional. Keberanian Annisa untuk berbicara tentang pengalamannya menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang yang terlibat di industri kreatif.
Dalam perjalanan kariernya, Annisa telah menunjukkan bahwa walaupun dihadapkan pada situasi yang sulit, penting untuk tetap fokus pada tujuan utama. Dia berharap bahwa meskipun ada rintangan, proyek Nussa Rara tetap dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi anak-anak di Indonesia.
Sebagai pendiri Nussa Rara, Annisa Hadiyanti telah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka dalam dunia animasi. Kesuksesan Nussa Rara tidak terlepas dari dedikasi yang telah diberikan oleh Annisa dan timnya.
Melihat kembali perjalanan ini, Annisa berharap untuk dapat melanjutkan kontribusinya dalam dunia animasi, meskipun harus menghadapi kenyataan pahit dalam prosesnya. Ia percaya bahwa pengalaman tersebut akan membantunya menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana ke depannya.
Ketidakadilan yang dialaminya mungkin menyakitkan, tetapi Annisa tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Nussa Rara. Semangat kreatifnya tidak akan pudar hanya karena masalah pribadi yang muncul.
Hal ini juga menjadi pengingat bagi para pendiri lainnya untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dalam menjalankan bisnis, terutama ketika hubungan personal terlibat di dalamnya. Annisa Hadiyanti adalah contoh nyata bahwa meskipun menghadapi rintangan besar, keyakinan dan dedikasi terhadap visi yang telah dibangun dapat menjadi pendorong untuk terus maju.
➡️ Baca Juga: Amorim Sebut Gelar Liga Europa Tidak Cukup untuk Bayar Loyalitas Fans Manchester United
➡️ Baca Juga: BI Buka Suara soal QRIS, Dikeluhkan oleh AS Batasi Perdagangan Luar Negerinya



