Investasi Kecil yang Konsisten: Langkah Awal Menuju Keberhasilan Finansial

Jakarta – Survei yang dilakukan oleh YouGov menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) mereka untuk berbagai keperluan, di mana 26 persen dari mereka memilih untuk menginvestasikan dana tersebut.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman tentang investasi, agar masyarakat dapat mengeksplorasi berbagai strategi yang lebih beragam dalam pengelolaan investasi mereka.
Bagi mereka yang baru memulai perjalanan investasi, salah satu cara yang efektif untuk membangun kebiasaan berinvestasi jangka panjang adalah dengan memulai dari jumlah kecil, misalnya sekitar US$15 (Rp252 ribu).
Pendekatan ini jauh lebih baik dibandingkan menunggu momen yang dianggap “ideal”, terutama jika dilakukan secara rutin dan dengan konsistensi dalam jangka waktu yang panjang.
Untuk mendukung ini, platform investasi global XTB Indonesia Berjangka menawarkan akses kepada masyarakat untuk berinvestasi di saham Amerika Serikat (AS) dan ETF (Exchange Traded Funds) melalui fitur Investment Plan, terutama di bulan Ramadan.
XTB Indonesia juga menghadirkan program Free Stock Grab, yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam memulai langkah investasi mereka dan sekaligus sebagai upaya diversifikasi portofolio.
Inisiatif ini bertepatan dengan bulan Ramadan, waktu yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk meninjau kembali pengeluaran dan prioritas, terutama setelah menerima THR.
Aditya Kresna, Chief Marketing Officer XTB Indonesia, menekankan pentingnya menjaga agar investasi tetap sederhana dan mudah dikelola, terutama bagi para investor pemula, dengan melakukan diversifikasi sebagai langkah awal yang praktis.
“Kami memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk mendorong orang-orang merencanakan keuangan mereka dengan lebih bijak, mengingat banyak orang cenderung lebih konsumtif setelah menerima THR,” ujarnya di Jakarta pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Untuk semakin memudahkan masyarakat Indonesia dalam memulai investasi, XTB Indonesia memperkenalkan fitur Investment Plan, yang membantu pengguna berinvestasi dengan cara yang lebih terstruktur dan fokus pada tujuan jangka panjang, melalui sistem auto-invest yang memberikan akses ke lebih dari 50 ETF global yang mencakup berbagai sektor dan indeks pasar.
“Dengan menggunakan Investment Plan, pengguna dapat membangun portofolio yang terdiversifikasi dari saham AS dan ETF, sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing,” jelas Aditya.
Pengguna juga memiliki opsi untuk membuat hingga 10 portofolio yang dipersonalisasi dan mengalokasikan dana secara berkala. Ini membantu menjaga konsistensi dalam berinvestasi dan menghindari keputusan impulsif yang dipengaruhi emosi, dengan manfaat tambahan berupa komisi nol persen untuk transaksi hingga 100 ribu Euro (Rp1,95 miliar) per bulan.
➡️ Baca Juga: Petani Mangga Probolinggo Sukses Tembus Pasar Eropa
➡️ Baca Juga: 8 aplikasi wajib install di HP gaming biar performa makin beast mode tanpa lag



