Keutamaan Malam Lailatul Qadar Menurut Buya Yahya yang Perlu Anda Ketahui

Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat berharga dalam bulan Ramadhan. Pada malam ini, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah bagi hamba-Nya yang mengisinya dengan berbagai bentuk ibadah. Ulama terkemuka, Buya Yahya, menjelaskan bahwa keutamaan malam ini tidak akan dirasakan oleh semua orang, melainkan hanya bagi mereka yang sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menekankan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah, diberikan oleh Allah sebagai hadiah istimewa bagi umat manusia. Keistimewaan malam ini bahkan dikatakan lebih baik dibandingkan seribu bulan yang biasa.
“Malam Lailatul Qadar adalah saat di mana Allah menurunkan kebaikan yang tak terhitung jumlahnya kepada hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan,” terang Buya Yahya dalam sebuah tayangan di Al-Bahjah TV pada Senin, 9 Maret 2026.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua orang dapat merasakan keutamaan tersebut. Malam Lailatul Qadar hanya akan dirasakan oleh mereka yang berusaha menghidupkannya dengan ibadah, dan bukan sekadar melewatkan malam tanpa makna.
“Lantas, untuk siapa keistimewaan ini? Tentu saja bagi mereka yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dan merindukannya,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyoroti bahwa ada sebagian orang yang melewatkan malam yang sangat istimewa ini dengan aktivitas yang tidak berkaitan dengan ibadah. Misalnya, hanya begadang tanpa berzikir, atau bahkan terlibat dalam perilaku yang tidak baik.
“Orang-orang yang menyambut malam Lailatul Qadar dengan tidur, menghabiskan waktu begadang tanpa berzikir, atau bahkan terlibat dalam maksiat, tentu tidak termasuk dalam golongan yang mendapatkan keutamaan tersebut,” tegasnya.
Karena itu, umat Islam disarankan untuk mencontoh cara Nabi Muhammad SAW dalam menyambut malam Lailatul Qadar. Salah satu amalan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah memperbanyak ibadah, termasuk beriktikaf di masjid, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.
“Di malam itulah, Nabi menunjukkan teladan dalam menghidupkan Lailatul Qadar dengan beriktikaf, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Siti Aisyah,” ungkap Buya Yahya.
➡️ Baca Juga: BI Buka Suara soal QRIS, Dikeluhkan oleh AS Batasi Perdagangan Luar Negerinya
➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Menanyakan Hal Penting kepada Habib Jafar Sebelum Meninggal Dunia



