IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen, Ketegangan AS-Israel dan Iran Memengaruhi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan sore ini. IHSG anjlok 2,65 persen atau 218,65 poin, berakhir di level 8.016,83 pada penutupan perdagangan hari Senin, 2 Maret 2026.

Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG menunjukkan penurunan yang berkelanjutan, menyentuh angka 8.027. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan koreksi tajam yang terjadi pada sesi pertama, di mana IHSG sempat berada di level 8.044.

Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 29,84 triliun, sementara volume perdagangan mencapai Rp 566,05 juta. Data ini mencerminkan akumulasi dari total transaksi yang dilakukan oleh investor sebanyak 3,65 juta kali.

Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kenaikan, dengan pertumbuhan sebesar 1,54 persen. Sebaliknya, sektor konsumer mengalami penurunan paling tajam, dengan penurunan mencapai 7,60 persen.

Sektor industri juga mengalami kemerosotan sebesar 5,95 persen, diikuti oleh sektor properti yang turun 4,14 persen. Sektor infrastruktur menyusut 4,13 persen, sedangkan sektor teknologi mencatat penurunan sebesar 3,77 persen. Selain itu, sektor konsumer non-siklikal mengalami penurunan 3,58 persen, sektor transportasi turun 2,74 persen, sektor keuangan melemah 2,67 persen, sektor kesehatan tergerus 2,16 persen, dan sektor bahan baku melemah 0,87 persen.

Tim Analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memicu ketegangan global yang berdampak pada pasar. Hal ini membuat investor cenderung menjauh dari aset-aset berisiko. Peningkatan harga minyak mentah turut menambah kekhawatiran akan inflasi yang dapat berlanjut, berpotensi mendorong kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, sejumlah saham di sektor energi dan tambang emas berhasil mencatatkan penguatan, sehingga mampu menahan penurunan IHSG lebih lanjut, seperti yang disampaikan oleh tim analis dalam riset harian mereka.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan tetap di atas level MA200. Namun, penyempitan histogram positif MACD yang berlanjut menunjukkan potensi pembentukan pola Death Cross.

Phintraco Sekuritas juga melaporkan bahwa terdapat tiga emiten yang berhasil mencatatkan lonjakan harga tertinggi di antara 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut:

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menunjukkan performa yang mengesankan, dengan sahamnya melonjak dua digit sebesar 15,65 persen atau 270 poin, sehingga ditutup pada harga 1.995.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mengalami penguatan, dengan kenaikan sebesar 7,03 persen atau 650 poin, menjadikannya ditutup di level 900.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pun mencatatkan kenaikan yang signifikan, dengan pertumbuhan sebesar 5,98 persen atau 260 poin, sehingga berakhir pada level 4.610.

IHSG anjlok hari ini memberikan gambaran yang jelas tentang ketidakpastian pasar yang dipicu oleh ketegangan geopolitik. Investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan dengan cermat langkah-langkah mereka dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

➡️ Baca Juga: Ujian Nasional Kembali dengan Skema Baru 2025: Simak Perubahannya

➡️ Baca Juga: BI Buka Suara soal QRIS, Dikeluhkan oleh AS Batasi Perdagangan Luar Negerinya

Exit mobile version