Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, dengan tambahan 43 poin atau setara dengan 0,59 persen, mencapai level 7.484.
Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel di BNI Sekuritas, memberikan prediksi bahwa IHSG mungkin akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.
Dalam laporan riset harian yang dipublikasikan pada Rabu, 11 Maret 2026, Fanny menyatakan, “IHSG memiliki potensi untuk kembali terkoreksi hari ini.”
Kenaikan IHSG ini sejalan dengan rebound yang terjadi di bursa Asia pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat menguat sebesar 2,9 persen, sedangkan indeks Topix meningkat 2,5 persen.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga menunjukkan penguatan sebesar 2,2 persen, sementara indeks Taiex di Taiwan naik 2,1 persen. Tidak kalah signifikan, Kospi Korea Selatan melonjak hingga 5,4 persen, dan ASX 200 di Australia mencatatkan kenaikan sebesar 1,1 persen. FTSE Straits Times juga naik sebesar 2,2 persen, dan FTSE Malay KLCI bertambah 1,6 persen.
Kenaikan bursa Asia, terutama yang dipimpin oleh indeks Kospi Korea Selatan, terjadi setelah harga minyak mengalami penurunan. Wall Street pun menunjukkan pemulihan seiring dengan pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengindikasikan bahwa konflik dengan Iran mungkin segera mereda.
Harga minyak menunjukkan penurunan setelah Trump mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan untuk mengambil alih kontrol Selat Hormuz, yang merupakan salah satu titik paling vital untuk distribusi minyak mentah dunia.
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Trump menambahkan, “Perang ini hampir sepenuhnya terkendali.”
Fanny juga menggarisbawahi bahwa level support IHSG berada di kisaran 7.300 hingga 7.380, sementara level resistannya berada di rentang 7.500 hingga 7.560.
Sebagai informasi tambahan, pada perdagangan Selasa kemarin, indeks-indeks di Wall Street ditutup dengan hasil yang beragam. Para pelaku pasar cenderung menunggu perkembangan terbaru mengenai konflik di Iran seiring dengan penurunan harga minyak.
Indeks S&P 500 mengalami koreksi sebesar 0,21 persen, sementara Dow Jones Industrial Average turun tipis sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, Nasdaq Composite justru mencatatkan kenaikan kecil sebesar 0,01 persen. Tekanan pada harga minyak semakin meningkat setelah Menteri Energi AS, Chris Wright, mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz.
➡️ Baca Juga: Serangan Udara AS Targetkan Kapal Induk Drone Iran Shahid Bagheri dengan Akurat
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mendapatkan Lailatul Qadr di 10 Hari Terakhir Ramadhan
