IHSG Turun di Bawah 7.000, Simak 3 Saham yang Masih Tangguh dan Menjanjikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan yang signifikan, terperosok di bawah level 7.000. Pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026, IHSG tercatat anjlok sebesar 0,79 persen atau 55,77 poin, sehingga berada di level 6.971.

Pada saat yang sama, IHSG bergerak dalam rentang antara 7.009 hingga titik terendahnya di level 6.935. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 8,45 triliun, dengan volume transaksi harian sebesar Rp 16,57 miliar, serta total transaksi mencapai 1,01 juta.

Sektor konsumer non-siklikal mengalami penurunan paling tajam dengan penurunan sebesar 1,40 persen. Selain itu, sektor transportasi dan infrastruktur juga mengalami pelemahan yang signifikan, masing-masing turun 1,37 persen dan 1,32 persen.

Namun, di tengah penurunan ini, sektor konsumer siklikal justru mengalami kenaikan sebesar 1,61 persen. Sementara itu, sektor industri mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,43 persen, dan sektor energi mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen.

Analis dari Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD menunjukkan kecenderungan mengecil. Indikator Stochastic RSI juga berpotensi mengalami Death Cross di area overbought, yang menandakan adanya potensi pergerakan negatif.

“Dari analisis kami, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang level 6.950 hingga 7.000 pada sesi perdagangan kedua,” demikian ungkap analis tersebut dalam laporan riset harian mereka pada Senin, 6 April 2026.

Meskipun IHSG mengalami tekanan jual yang cukup besar, Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa sejumlah emiten tetap menunjukkan performa yang baik. Berikut adalah beberapa emiten yang berhasil mencatatkan kenaikan di antara 45 saham unggulan (LQ45).

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 6,14 persen atau setara dengan 14 poin, sehingga sahamnya diperdagangkan di level 242.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan sebesar 2,98 persen atau 140 poin, menempatkan sahamnya pada level 4.840.

Sementara itu, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,75 persen atau 80 poin, sehingga harga sahamnya menembus area 2.990.

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif ini, penting bagi para investor untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang mendalam terhadap saham-saham yang masih menunjukkan ketahanan. Saham-saham tangguh seperti yang telah disebutkan di atas menjadi pilihan yang menjanjikan bagi investor yang mencari peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Investasi di saham-saham ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang memahami fundamental perusahaan dan prospeknya ke depan. Dengan pendekatan yang tepat, investor dapat memanfaatkan momen-momen seperti ini untuk meraih keuntungan di masa depan.

➡️ Baca Juga: Ibunda Ceritakan Momen Haru Saat Melepas Kepergian Vidi Aldiano

➡️ Baca Juga: Africa’s Diplomatic Landscape in the Post-Pandemic Era

Exit mobile version