Industri Event, dari EO hingga UMKM, Ciptakan Dampak Positif bagi Perekonomian Nasional

Industri event memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena berperan dalam menggerakkan berbagai sektor terkait. Ini mencakup pelaku event organizer (EO), production house (PH), serta industri audiovisual, lighting, dan multimedia. Selain itu, sektor ini juga melibatkan penyedia layanan panggung dan rigging, industri kreatif, transportasi, hospitality, kuliner, tenaga kerja, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Oleh karena itu, penguatan industri event, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, tidak hanya berdampak bagi perusahaan penyelenggara acara saja. Pertumbuhan yang terjadi dalam sektor ini memiliki efek berantai yang memengaruhi banyak pelaku usaha dan tenaga kerja di seluruh ekosistem terkait.

Pernyataan ini diperkuat oleh Andhika Permata, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Dia menekankan bahwa industri event merupakan komponen vital dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta.

“Industri event adalah elemen penting dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta. Seiring dengan visi Jakarta sebagai Kota Global, di masa mendatang, Jakarta akan menjadi tuan rumah bagi lebih banyak acara berskala internasional,” ungkap Andhika dalam keterangannya pada Kamis, 10 September 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, Asosiasi Pelaku dan Profesional Industri Event Indonesia, Backstagers, mengambil langkah untuk mengkonsolidasikan pelaku industri event. Ini juga menandai babak baru dalam upaya Backstagers DKI Jakarta untuk memperkuat peran industri event dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Kota Global.

Melalui penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Backstagers DKI Jakarta 2026, Mohamad K. Sinnay terpilih sebagai Ketua DPD Backstagers DKI Jakarta. Dia diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memperkuat ekosistem industri event di Jakarta.

Sinnay menegaskan, “Kami ingin mendorong posisi Jakarta agar tidak hanya menjadi barometer industri nasional, tetapi juga sebagai panggung bagi Indonesia di tingkat global.”

Menurut Sinnay, Jakarta selama ini telah berfungsi sebagai parameter, barometer, serta trendsetter bagi perkembangan industri kreatif dan event di Indonesia. Dengan transformasi Jakarta menuju status Kota Global, peluang untuk mengembangkan posisi ini menjadi lebih besar sangat terbuka.

Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, DPD Backstagers DKI Jakarta akan fokus pada penguatan ekosistem industri dan memperluas dampak penyelenggaraan event terhadap sektor-sektor terkait.

“Jakarta bukan hanya sekadar parameter, barometer, dan trendsetter dalam ekosistem industri kreatif dan event di Indonesia. Jakarta adalah panggung di mana Indonesia dapat menunjukkan identitas, kreativitas, bisnis, budaya, dan bakatnya kepada dunia. Selanjutnya, kami akan berusaha menjadikan Jakarta sebagai Global Stage,” ujar Sinnay.

➡️ Baca Juga: Amran Copot 14 Pejabat Kementerian Pertanian Terkait Dugaan Korupsi Miliaran

➡️ Baca Juga: Ubed Dominasi BAC 2026, Raih Kemenangan Gemilang Tanpa Kehilangan Gim

Exit mobile version