Iran Paparkan Syarat untuk Mengakhiri Konflik dengan AS dan Israel, Simak Detailnya

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan bahwa negaranya telah menyiapkan serangkaian syarat untuk mengakhiri ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Di antara syarat-syarat tersebut adalah pengakuan terhadap hak-hak Iran, pembayaran ganti rugi, serta jaminan internasional yang menjamin bahwa tidak akan terjadi agresi di masa mendatang.
Dalam pernyataannya di platform X, Pezeshkian menekankan komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini saat berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan.
Ia menegaskan, “Satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik ini—yang dipicu oleh tindakan rezim Zionis dan AS—adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, melakukan pembayaran ganti rugi, dan memberikan jaminan internasional yang tegas untuk mencegah terulangnya agresi di masa depan.”
Sebelumnya, pada tanggal 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan yang sangat agresif terhadap sejumlah target di dalam Iran, termasuk di ibukota Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan dan mengakibatkan banyak korban di kalangan warga sipil.
Melalui siaran pers, televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Sebagai respons terhadap agresi ini, Iran meluncurkan serangan rudal yang ditujukan ke wilayah Israel serta instalasi militer AS yang berada di Timur Tengah.
➡️ Baca Juga: Kunjungan Menteri Kesehatan ke Rumah Sakit di Daerah
➡️ Baca Juga: Raisa Kembali ke Indonesia Satu Jam Sebelum Serangan Iran di Bandara Dubai




