Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengemukakan bahwa negara tersebut tidak akan membuka Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi tujuh syarat yang diajukan Iran sebagai solusi damai. Rencana tersebut telah disampaikan melalui Qatar pada bulan September yang lalu.
“Selat Hormuz akan tetap tertutup hingga tujuh syarat yang diajukan Iran dipenuhi. Amerika Serikat telah berusaha berkomunikasi dengan kami melalui tiga saluran, yaitu Irak, Pakistan, dan Qatar,” ungkap Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam wawancaranya dengan Iran Press TV pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.
Rezaei menambahkan bahwa AS telah memberikan respon terhadap beberapa syarat yang diajukan oleh Iran.
“Namun, respons mereka terhadap syarat-syarat lainnya masih tidak jelas,” lanjut Rezaei.
Dia juga menuduh bahwa setiap kali Iran kembali bernegosiasi dengan AS, Pentagon justru melancarkan serangan terhadap Iran.
Hal ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan yang nyata dari pihak AS, tambah Rezaei.
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian direspons oleh Iran dengan serangan balasan.
Di bulan Maret, AS dan Israel juga menyerang lokasi-lokasi di ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh yang terletak di selatan Iran.
Selanjutnya, pada pertengahan bulan Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, dalam waktu yang tidak lama setelah kesepakatan tersebut, kedua belah pihak kembali saling melancarkan serangan.
Hingga saat ini, ketegangan antara Iran dan AS masih berlanjut. Eskalasi konflik ini hampir menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak, produk minyak, dan gas alam cair di seluruh dunia.
Gangguan terhadap pelayaran di jalur strategis ini juga berkontribusi pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
➡️ Baca Juga: Gelar Operasi Sikat Musi I, Satgas Polda Sumsel Amankan Aksi Premanisme di Palembang
➡️ Baca Juga: Perjuangan Luna Maya dalam Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang Menginspirasi
