Israel Hancurkan Kamera Pengawas di Markas UNIFIL untuk Mengamankan Area Strategis

Tentara Israel telah menghancurkan semua kamera pengawas yang terpasang di markas besar Pasukan Sementara PBB di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan ini dilakukan untuk mengamankan area strategis di sekitarnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, pada hari Minggu, 5 April 2026.

Menurut Ardiel, sejak hari Jumat, tentara Israel bertindak untuk menghancurkan semua perangkat pengawas yang berfungsi untuk memastikan keselamatan personel militer dan sipil yang berada di dalam markas UNIFIL di Naqoura.

UNIFIL mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait langkah yang diambil oleh Israel dan berencana untuk mengajukan protes resmi terkait insiden ini.

Ardiel juga mengingatkan bahwa pihak Israel memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan personel PBB serta menghormati fasilitas yang digunakan oleh organisasi internasional tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, ia menginformasikan bahwa tiga anggota penjaga perdamaian PBB dari Indonesia mengalami cedera, dua di antaranya dalam kondisi serius, akibat ledakan yang terjadi pada hari Jumat di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan.

Sejak tahun 1978, UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan dan diperluas berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701 setelah terjadinya perang antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006.

Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara dan operasi darat di wilayah Lebanon selatan setelah serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024.

Otoritas Lebanon melaporkan bahwa setidaknya 1.422 orang telah kehilangan nyawa dan 4.294 lainnya mengalami cedera akibat serangan yang dilakukan oleh Israel.

➡️ Baca Juga: 4 Casing SFF 9L dengan PSU Flex-ATX Included di Bawah 900k (Second)

➡️ Baca Juga: Mobil Listrik Paling Hemat di Jakarta, Diskon Motor Honda dan Situasi Macet yang Berkurang

Exit mobile version