Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memberikan peringatan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon dapat berpengaruh negatif pada negosiasi gencatan senjata yang telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dia menegaskan bahwa segala upaya dalam negosiasi tersebut berpotensi sia-sia jika Israel terus melancarkan serangan.
“Jika serangan ini terus berlanjut, maka semua upaya dalam negosiasi akan menjadi tidak berarti; kami siap bertindak, dan Iran tidak akan membiarkan saudaranya di Lebanon menghadapi kesulitan,” ujar Pezeshkian melalui akun media sosial X pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam pernyataan terpisah di platform yang sama, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Lebanon dan apa yang ia sebut sebagai “Poros Perlawanan” harus dianggap sebagai bagian integral dari gencatan senjata, merujuk pada pernyataan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
“Ghalibaf menyatakan bahwa Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah elemen tak terpisahkan dari gencatan senjata yang sedang dibicarakan,” ungkapnya.
Dia juga menekankan bahwa Perdana Menteri Pakistan dengan jelas mencatat pentingnya situasi di Lebanon, dan tidak ada ruang untuk ambiguitas atau mundur dari posisi ini saat ini.
Ghalibaf kemudian memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata akan mendapatkan balasan yang tegas.
“Setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata akan memiliki konsekuensi serius, dan akan ada respons yang sangat kuat,” lanjutnya, seraya meminta agar situasi saat ini segera ditangani dengan baik.
Sejak Rabu, 8 April 2026, pasukan Israel telah meningkatkan serangan mereka ke Lebanon, meskipun gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan, telah disepakati.
Gencatan senjata ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran sejak 28 Februari lalu.
Sementara itu, baik Islamabad maupun Teheran berpendapat bahwa gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, namun Washington dan Tel Aviv membantah hal tersebut.
Menurut laporan dari otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan udara Israel pada Rabu lalu telah mengakibatkan setidaknya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka.
Sumber dari pemerintah Pakistan pada hari Kamis memastikan bahwa delegasi AS dan Iran akan melakukan perundingan “langsung” di Islamabad untuk mencapai “gencatan senjata permanen”.
Negosiasi tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu, 11 April 2026, dan kemungkinan akan berlangsung lebih dari satu hari, menurut sumber yang terpercaya.
➡️ Baca Juga: Film The Hostage’s Hero, Cerita Nyata Operasi TNI AL Selamatkan 36 Sandera di Selat Malaka
➡️ Baca Juga: Purbaya Rem Pengajuan Anggaran Baru, Kementerian dan Lembaga Harus Tingkatkan Efisiensi
