Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penanganannya. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi telah bekerja keras dalam beberapa hari terakhir untuk mengendalikan sebagian besar titik api yang muncul di area tersebut.
Kapolda Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, mengungkapkan bahwa meskipun situasi secara keseluruhan mulai membaik, masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh petugas dalam menangani beberapa titik api yang memerlukan perhatian lebih.
“Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mampu mengatasi sebagian besar titik api di wilayah ini, meskipun ada beberapa titik yang masih memerlukan penanganan yang lebih intensif,” ujarnya dalam pernyataannya yang dikutip pada tanggal 27 Agustus 2026.
Tumbang Nusa menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan karhutla. Salah satu langkah yang diambil oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla adalah pembangunan Kanal Medson yang membentang sepanjang sekitar lima kilometer.
Kanal ini menghubungkan Jalan Poros Tengah dengan Sungai Kahayan dan berfungsi untuk mempermudah akses sumber air bagi petugas dalam proses pemadaman kebakaran.
Selain kanal, sekitar 25 embung juga dibangun di sepanjang jalur tersebut sebagai sumber cadangan air untuk mendukung upaya pemadaman yang lebih efektif.
“Sebagai bagian dari strategi dan langkah taktis, Satgas Karhutla telah membangun Kanal Medson dan menciptakan 25 embung untuk memastikan ketersediaan air,” tambahnya.
Namun, upaya pemadaman masih menghadapi tantangan terkait ketersediaan air. Debit air di embung dan Sungai Kahayan mengalami penurunan, yang menghambat petugas dalam mengambil air, terutama untuk keperluan water bombing.
“Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kurangnya pasokan air. Debit air di embung dan Sungai Kahayan semakin menyusut, sehingga menyulitkan pengambilan air untuk keperluan water bombing,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Polda Kalteng berencana untuk menambah jumlah embung baru setiap 100 meter. Selain itu, sumur bor juga akan dibangun di kawasan Tumbang Nusa untuk memastikan ketersediaan sumber air yang cukup.
Jumlah personel dan peralatan pemadaman juga ditingkatkan. Petugas dilengkapi dengan mesin penyedot air dan alkon untuk mempercepat respons terhadap titik api, terutama ketika api mulai mendekati daerah pemukiman.
Meskipun sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, proses pembasahan tetap dilakukan pada area-area yang dianggap rawan terhadap kebakaran.
➡️ Baca Juga: Update Resmi Minecraft: Fokus pada Penyempurnaan dan Perbaikan Bug Terbaru
➡️ Baca Juga: Purbaya Alokasikan Dana Rp100 Triliun ke Bank: Tujuan dan Manfaatnya untuk Sektor Ekonomi
