Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo Piala Wali Kota Jakarta Pusat 2023 resmi dilaksanakan di GOR Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu, 11 April. Acara ini menjadi momen krusial bagi ratusan atlet dari berbagai daerah untuk meningkatkan keterampilan mereka sekaligus mempersiapkan diri menuju target besar di masa depan.
Sebanyak 369 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini, mewakili 25 kontingen dari 10 provinsi di seluruh Indonesia. Ini merupakan edisi ketiga dari kejuaraan yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, menunjukkan semangat kebangkitan olahraga di tanah air.
Ketua Panitia, Abi Sudarya, menjelaskan bahwa ajang ini lebih dari sekadar kompetisi. Kejurnas ini berfungsi sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027. Para atlet memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang uji coba untuk mengevaluasi kemampuan mereka masing-masing.
“Ya, target utama kami adalah membantu daerah-daerah dalam mempersiapkan tim mereka, sekaligus menjadikannya sebagai tryout untuk menghadapi PON 2027,” tambah Abi.
Yang menarik dari kejuaraan ini adalah jumlah nomor yang dipertandingkan, yaitu sebanyak 54 kategori usia, mulai dari pemula (SD), remaja (SMP dan SMA), hingga dewasa. Langkah ini diambil untuk mempercepat regenerasi atlet serta memberikan pengalaman bertanding sejak dini. Abi menegaskan bahwa keterlibatan atlet muda sangat penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan matang.
“Regenerasi atlet bisa dibilang cukup cepat, namun untuk skala nasional, sangat jarang sekali ada kompetisi yang mempertandingkan kategori pemula,” ungkapnya.
Penyelenggaraan Kejurnas ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat, baik dari segi fasilitas maupun perizinan yang diperlukan.
“Kami awalnya meminta waktu untuk audiensi dengan Bapak Wali Kota, dan beliau bersedia menerima kami. Beliau juga mengizinkan nama beliau digunakan untuk kejuaraan ini,” jelas Abi.
Abi berharap ajang ini dapat menjadi titik awal kebangkitan olahraga kempo di Indonesia, serta memperluas jangkauan peminat dan kekuatan atlet di luar Pulau Jawa.
“Harapannya, kempo bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan melalui event-event seperti ini, daerah-daerah di luar Jawa dapat mengembangkan potensi atlet mereka dan meningkatkan daya saing,” tandasnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric Phahlevi Zakaria Lumbun, juga memberikan pesan khusus kepada para atlet yang berkompetisi. Ia menyatakan bahwa Pemkot berkomitmen untuk membuka peluang agar kejuaraan ini dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Teknologi Analitik Memungkinkan Penilaian Risiko Kredit yang Lebih Akurat dan Efisien
➡️ Baca Juga: Ujian Nasional Kembali dengan Skema Baru 2025: Simak Perubahannya
