Kenaikan Ekspor Mobil Indonesia Mencapai Dua Digit di Tahun Ini

Jakarta – Kinerja ekspor mobil yang diproduksi di Indonesia pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini tercermin dari jumlah distribusi kendaraan utuh atau completely built up (CBU) ke berbagai negara tujuan.

Berdasarkan data wholesales dari Gaikindo yang telah dianalisis, total ekspor CBU dari Januari hingga Maret tahun ini tercatat sebanyak 123.455 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan Q1 tahun lalu yang hanya mencapai 110.061 unit.

Dengan demikian, terdapat tambahan sekitar 13.394 unit secara tahunan. Jika dilihat dari persentase, pertumbuhan ekspor mobil buatan Indonesia berada pada kisaran 12 persen year on year.

Dari segi bulanan, ekspor CBU pada Januari 2026 mencapai angka 40.003 unit, yang kemudian meningkat menjadi 46.585 unit pada bulan Februari. Memasuki bulan Maret, volume ekspor tercatat 36.867 unit.

Sementara itu, pada periode yang sama di tahun lalu, angka ekspor untuk bulan Januari tercatat 33.423 unit, Februari 36.789 unit, dan Maret 39.849 unit. Pola ini menunjukkan adanya perubahan distribusi dengan lonjakan yang lebih signifikan pada awal 2026.

Toyota tetap menjadi kontributor utama dalam ekspor mobil nasional. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Toyota mencatatkan ekspor sebanyak 41.310 unit, yang berkontribusi sekitar 33,5 persen dari total ekspor.

Di posisi kedua, Daihatsu mencatatkan ekspor sebanyak 32.553 unit dengan pangsa pasar sebesar 26,4 persen. Sementara, Mitsubishi Motors mengikuti dengan angka 27.203 unit, yang berkontribusi sekitar 22 persen dari total ekspor.

Pada kuartal pertama tahun lalu, komposisi merek utama di pasar ekspor relatif serupa, dengan dominasi merek Jepang. Hal ini menunjukkan keberlanjutan peran produsen besar dalam mendukung ekspor otomotif Indonesia.

Selain kendaraan utuh, ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga menunjukkan peningkatan yang positif. Total ekspor CKD pada kuartal pertama tahun ini mencapai 18.972 set, naik dari 11.977 set pada periode yang sama tahun lalu.

Ekspor komponen kendaraan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Total ekspor komponen pada kuartal pertama tahun ini mencapai 44,6 juta unit, meningkat dari 32,3 juta unit pada kuartal yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini menegaskan bahwa industri otomotif Indonesia tidak hanya kuat dalam hal kendaraan utuh, tetapi juga dalam rantai pasokan global. Peran Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor otomotif Indonesia pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ini merupakan indikator bahwa permintaan global terhadap produk otomotif yang diproduksi di Indonesia tetap terjaga.

➡️ Baca Juga: Daftar SUV Compact Terlaris April 2025: Mobil Listrik Mulai Unjuk Gigi

➡️ Baca Juga: SIM Keliling Rabu 1 April 2026: Temukan Lokasi Layanan di Jakarta dan Sekitarnya

Exit mobile version