Korban Gempa NTT Meningkat Jadi 54 Jiwa, Pemerintah Percepat Bantuan Melalui Udara dan Laut

Jakarta – Pemerintah telah mengambil langkah cepat dalam menangani situasi darurat setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam upaya penanganan bencana ini, beberapa menteri dan pemimpin lembaga juga turut serta dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama masyarakat yang terkena dampak di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di NTT sejak hari pertama setelah gempa menunjukkan komitmen untuk memastikan masyarakat yang terkena dampak mendapatkan penanganan yang memadai.

“Sejak hari pertama kejadian, kami sudah berada di NTT untuk melakukan tinjauan lapangan dan membahas langkah-langkah percepatan pemulihan,” ungkap Pratikno setelah mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng.

Menurut Pratikno, penanganan darurat dilaksanakan secara terintegrasi dengan fokus pada wilayah-wilayah yang paling membutuhkan bantuan segera.

Pemerintah telah membagi tanggung jawab untuk memastikan distribusi logistik menjangkau berbagai daerah terdampak, termasuk Kecamatan Reo di Manggarai sampai ke wilayah yang sempat terisolasi seperti Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka.

Koordinasi dilakukan bersama Satgas DPR RI dan kementerian serta lembaga terkait, baik melalui pertemuan langsung maupun rapat virtual.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai armada untuk mempercepat distribusi bantuan serta menjangkau daerah-daerah yang terhambat oleh faktor geografis.

BNPB juga telah mengoperasikan Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk menampung dan menyalurkan bantuan logistik. Bantuan ini termasuk 50.000 paket yang disediakan oleh Presiden RI.

Bantuan tersebut kemudian didistribusikan melalui dua posko utama di NTT, yaitu Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Posko Labuan Bajo bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan di kawasan Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere fokus pada distribusi bantuan untuk Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk menembus wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, enam pesawat telah disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere. Pemerintah juga menyediakan helikopter guna mendukung kebutuhan evakuasi medis darurat.

Tidak hanya melalui jalur udara, distribusi bantuan juga dilakukan melalui jalur darat dan laut. Truk-truk logistik besar telah dikerahkan ke berbagai titik penyaluran utama.

➡️ Baca Juga: HP dan Gadget Terbaru dengan Kapasitas RAM yang Meningkat untuk Performa Optimal

➡️ Baca Juga: Sembunyikan Aplikasi Tanpa Launcher: Pakai Fitur “Private Space” di Android 14, Anti Disentil Teman

Exit mobile version