Kronologi Kejadian Pelecehan Seksual: Versi Betrand Peto dan Korban ANW yang Berbeda

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Betrand Peto dan seorang wanita berinisial ANW (26) menarik perhatian publik, terutama setelah kedua pihak memberikan pernyataan yang berbeda terkait peristiwa yang terjadi di sebuah klub di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sementara Betrand menolak tuduhan tersebut, ANW mengklaim bahwa ia telah mengalami pelecehan saat hendak menuju toilet.

Perbedaan dalam keterangan ini muncul setelah ANW resmi melaporkan Betrand ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan pada 12 September 2026 dan kini tengah dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian.

Pada Senin, 14 September 2026, Betrand melakukan klarifikasi yang dihadiri oleh tim kuasa hukumnya, Koko Joseph Irianto dan Timoty Ezra Simanjuntak. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ia membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Saya ingin menegaskan bahwa, seperti yang telah diberitakan, saya tidak melakukan tindakan yang dituduhkan,” ungkap Betrand kepada wartawan, seperti yang terlihat dalam tayangan YouTube pada 14 September 2026.

Kronologi dari versi Betrand Peto cukup berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ANW.

Menurut penjelasan Betrand, kedatangannya ke klub pada dini hari 12 September 2026 bertujuan untuk bersenang-senang, bukan untuk terlibat dalam situasi yang tidak diinginkan. Ia menyatakan bahwa ia datang bersama teman-temannya untuk bernyanyi dan menikmati waktu bersama.

“Saya ke sana hanya untuk bernyanyi dengan teman-teman. Mereka mengajak saya, ‘ayo, Nyanyi bareng!’ Jadi, saya sama sekali tidak fokus pada hal lain di sekitar saya,” jelas Betrand.

Betrand juga menegaskan bahwa ia tidak mengenali ANW atau D. Ia baru menyadari ada ANW ketika melihat wanita tersebut dalam keadaan menangis. Ia mengaku telah bertanya mengapa ANW menangis, namun tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Setelah itu, Betrand melanjutkan bahwa terjadi interaksi dengan teman-teman ANW. Ia menggambarkan bahwa perempuan tersebut datang dengan emosi yang tinggi dan menarik-narik pakaiannya. Betrand menekankan bahwa ia tidak melawan dalam situasi tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada pertengkaran yang terjadi antara teman-temannya dan teman-teman ANW.

“Dia langsung bertanya kepada teman saya, yang sedang bersitegang dengan teman-temannya. Tapi dia bertanya dengan nada yang tinggi dan tidak menyenangkan. Teman saya pun merasa tersinggung, dan konflik pun pecah di situ, dengan aksi saling jambak,” tambah Betrand.

➡️ Baca Juga: Tablet Multifungsi Berkualitas Tinggi untuk Kerja dan Belajar dengan Harga Terjangkau

➡️ Baca Juga: Qarrar Firhand Raih Podium untuk Indonesia di Balapan Lebaran yang Menggembirakan

Exit mobile version