Jakarta – Kemajuan ekonomi digital yang pesat, bersama dengan meningkatnya pemanfaatan layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI), telah memicu lonjakan permintaan akan infrastruktur pusat data yang handal, aman, dan mampu menangani kapasitas besar.
Sebagai respons terhadap kebutuhan ini, PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Panca Wisesa Anugerah Tbk, telah dibentuk dengan tujuan khusus untuk mendukung komputasi AI.
Inisiatif ini dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menjawab tuntutan tinggi akan pemrosesan data yang cepat di kawasan Asia Tenggara. Pihak manajemen menegaskan komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan pasokan energi dengan infrastruktur digital yang modern dan efisien.
“Perusahaan percaya bahwa situasi ini membuka peluang bisnis yang menjanjikan, sejalan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi. Diharapkan, langkah ini dapat mendiversifikasi usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat pertumbuhan berkelanjutan perusahaan,” ungkap manajemen MGLV dalam keterangan resmi yang dirilis pada 8 September 2026.
Dalam upaya untuk memperluas kegiatan usahanya, MGLV berencana untuk membangun fasilitas pusat data berkapasitas tinggi yang dirancang khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data, termasuk untuk mendukung layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan, serta kebutuhan infrastruktur digital lainnya.
Pengembangan sektor pusat data ini diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan, sekaligus menambah nilai bagi pemegang saham dan semua pemangku kepentingan yang terlibat.
Seperti yang diketahui, saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) telah mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa, dengan kenaikan lebih dari 450% sejak awal tahun (YTD) hingga 7 September 2026, mencapai harga Rp 13.500 per lembar. Lonjakan harga ini tidak hanya dipicu oleh spekulasi, tetapi juga sebagai respons positif pasar terhadap arah strategis baru perusahaan dalam sektor infrastruktur teknologi masa depan.
Peralihan bisnis MGLV ini semakin menarik perhatian para investor institusi, terutama terkait keterhubungannya dengan jaringan bisnis Garibaldi ‘Boy’ Thohir melalui kepemilikan di PT Trinugraha Thohir sebesar 2,25% dan PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
Keterlibatan dalam ekosistem Trinugraha Thohir yang bersinergi dengan entitas pengendali baru, PT Nextier Datamate Center (NDC), serta diperkuat oleh manajemen yang dipimpin oleh Glenn Sugita (yang juga mengendalikan PT Persib Bandung Bermartabat), dipandang sebagai faktor kunci di balik melonjaknya valuasi MGLV di bursa saham.
➡️ Baca Juga: 9 Pengaturan Tersembunyi di Android yang Harus Dimatikan untuk Baterai Lebih Awet
➡️ Baca Juga: Paus Fransiskus: 5 Warisan Pemikiran yang Menginspirasi Dunia
