Presiden PKS Dorong Pejabat Publik Potong Gaji Demi Bantuan Korban Karhutla

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) mengajak semua pejabat publik di partainya untuk menyisihkan sebagian gaji mereka sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seruan ini disampaikan dalam pidato pembuka pada acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Legislatif dan Kepala Daerah PKS yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.

AMY menekankan bahwa masalah karhutla yang semakin meluas terutama selama Agustus hingga September 2026 bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan kelangsungan hidup manusia.

Asap yang dihasilkan dari kebakaran tersebut bahkan telah menyebar ke berbagai provinsi dan melintasi batas negara, menambah kompleksitas masalah yang dihadapi.

“Negara kita dikenal sebagai negeri yang kaya akan hutan, namun sangat menyedihkan, di beberapa daerah, anak-anak kita harus berjuang untuk mendapatkan hal paling mendasar: udara bersih untuk bernapas,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia juga menambahkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga mengancam keberadaan flora dan fauna yang kehilangan habitat mereka akibat kebakaran.

Oleh karena itu, AMY menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian integral dari keimanan dan praktik Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

PKS berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak, sesuai dengan kapasitas yang ada, melalui berbagai upaya yang telah dilakukan.

Beragam langkah telah diambil, mulai dari berpartisipasi dalam pemadaman kebakaran hingga distribusi masker kepada warga yang terdampak asap.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh pejabat publik PKS untuk memotong gaji mereka demi membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak karhutla,” tegasnya.

AMY juga mengajak para anggota legislatif dan kepala daerah PKS yang hadir untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Apakah Bapak dan Ibu bersedia memotong gaji untuk membantu mereka yang terkena dampak karhutla?” serunya kepada para peserta Bimteknas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif kemanusiaan ini, panitia juga menyediakan kode batang (barcode) untuk mempermudah penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Selain mendorong bantuan finansial, AMY juga meminta agar seluruh kantor PKS berfungsi sebagai rumah pelayanan kesehatan darurat untuk warga yang terdampak.

Pelayanan ini akan diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia, untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak.

Di sisi lain, AMY mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk bertindak lebih cepat, tegas, dan efektif dalam penanganan karhutla. Ia berpendapat bahwa upaya penanganan harus disertai langkah-langkah penegakan hukum yang kuat bagi pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan tersebut.

➡️ Baca Juga: Kelola FABA Secara Terukur untuk Jaga Kualitas Lingkungan di Weda Bay oleh IWIP

➡️ Baca Juga: Militer AS Laksanakan Blokade Pelabuhan Iran Selama Gencatan Senjata Berlangsung

Exit mobile version