Status Darurat Karhutla Kapuas Kalteng Diperpanjang Hingga 29 September 2023

Pemerintah Kabupaten Kapuas, yang terletak di Kalimantan Tengah, telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama dua minggu ke depan, mulai dari tanggal 16 hingga 29 September 2023.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Pangeran S. Pandingan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi karhutla dan kekeringan yang masih melanda beberapa daerah di Kabupaten Kapuas. Pernyataan ini disampaikan di Kuala Kapuas pada Rabu, 16 September 2023.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pangeran menghadiri rapat evaluasi mengenai status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan di Pos Komando Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Kapuas pada malam sebelumnya, 15 September 2023.

Rapat yang berlangsung tersebut dipimpin oleh Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkap. Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan Forkopimda, serta camat dari seluruh wilayah Kabupaten Kapuas.

Pangeran menyampaikan bahwa, sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak ada hujan yang diperkirakan turun hingga tanggal 20 September 2023. Hujan baru diperkirakan akan turun pada akhir bulan November 2023.

Dengan mempertimbangkan informasi tersebut, Pangeran menegaskan bahwa status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan perlu diperpanjang selama 14 hari ke depan.

Data terbaru mengenai karhutla di Kabupaten Kapuas menunjukkan, dari bulan Januari hingga 14 September 2023, telah terjadi 258 insiden kebakaran yang mengakibatkan luas area terbakar mencapai 2.233,22 hektare. Selain itu, tercatat sebanyak 21.925 titik panas atau hotspot dan 197 kegiatan pemadaman dilakukan untuk mengatasi kebakaran.

Dalam rapat tersebut, Bupati dan Wakapolres Kapuas mengusulkan untuk membangun sumur bor di beberapa lokasi strategis sebagai upaya penanganan terhadap karhutla dan kekeringan yang terjadi.

Pangeran menambahkan bahwa usulan tersebut telah disetujui oleh Bupati, dengan catatan agar tetap mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui pertemuan ini, Pangeran juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Ia menghimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api atau kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

➡️ Baca Juga: Kondisi Terkini Ammar Zoni Berdasarkan Penjelasan Ditjenpas, Keluarga Tidak Dapat Bertemu Langsung

➡️ Baca Juga: Analisis Perubahan Aturan Offside dalam Sepak Bola Modern yang Meningkatkan Kualitas Permainan

Exit mobile version