Kursi kepelatihan Timnas Italia kini kosong setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri akibat kegagalan tim untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 pada 3 April 2026. Keputusan ini menandakan pentingnya langkah strategis bagi federasi sepak bola Italia dalam memilih pengganti yang tepat.
Pemilihan pelatih baru akan dilakukan setelah pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang dijadwalkan pada 22 Juni. Sementara itu, Silvio Baldini akan mengambil alih sebagai pelatih sementara, melanjutkan tradisi transisi yang telah ada sebelumnya dalam struktur tim nasional.
Dengan mundurnya Gattuso, sejumlah nama kini muncul sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Berikut adalah empat pelatih teratas yang dianggap paling kuat untuk menjadi pengganti Gattuso.
Antonio Conte menjadi salah satu nama terdepan dalam daftar kandidat berkat pengalaman berharga yang dimilikinya saat melatih Timnas Italia dari 2014 hingga 2016. Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil membangun fondasi kedisiplinan yang kuat, meski belum meraih gelar. Saat ini, Conte terikat kontrak dengan Napoli hingga 2027, yang bisa menjadi tantangan dalam proses negosiasi.
Roberto Mancini, pelatih yang terakhir kali membawa Italia meraih gelar Piala Eropa 2020, juga menjadi sorotan. Saat ini, ia melatih Al Sadd. Namun, catatan kegagalannya dalam play-off Piala Dunia 2022 serta keputusannya untuk meninggalkan timnas sebelumnya menjadi perhatian di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Legenda sepak bola Italia, Gianni Rivera, bahkan mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kemungkinan kembalinya Mancini ke kursi pelatih, mencerminkan keraguan yang mungkin ada di kalangan penggemar.
Massimiliano Allegri adalah pelatih lain yang dikenal sukses di level klub, tetapi ia belum memiliki pengalaman melatih tim nasional. Saat ini, Allegri terikat kontrak dengan AC Milan hingga 2027 dan tengah berusaha meraih posisi teratas di liga domestik.
Sementara itu, Simone Inzaghi juga belum pernah menangani tim nasional, namun rekam jejaknya di level klub sangat mengesankan. Kini ia melatih Al Hilal dengan kontrak menggiurkan, sehingga aspek finansial akan menjadi pertimbangan penting jika ia memutuskan untuk kembali ke Italia.
Keempat calon pelatih ini memiliki kesamaan, yakni masih terikat kontrak dengan klub masing-masing. Hal ini tentu akan mempengaruhi proses negosiasi dan kemungkinan adanya kompensasi yang diperlukan jika FIGC ingin merekrut salah satu dari mereka.
Selain nama-nama di atas, terdapat beberapa pelatih lain yang juga muncul dalam pembicaraan, seperti Gian Piero Gasperini, serta pelatih asing seperti Pep Guardiola dan Jose Mourinho, meskipun peluang mereka untuk menjadi pelatih Italia dinilai lebih kecil.
Pakar transfer Fabrizio Romano menyatakan bahwa Conte memiliki dukungan yang kuat di dalam FIGC, menjadikannya kandidat yang layak untuk dipertimbangkan. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjadi pelatih baru diharapkan dapat ditentukan setelah akhir musim dan pemilihan presiden federasi.
➡️ Baca Juga: IHSG Anjlok Lebih dari 2 Persen, Ketegangan AS-Israel dan Iran Memengaruhi Pasar
➡️ Baca Juga: Kemampuan Coding untuk Pemula Membuka Peluang Kerja Remote Bergaji Tinggi Global
