Pemain Manchester United Mengungkap Kebiasaan Minum Rebusan Katak untuk Meningkatkan Kebugaran Fisik

Mantan gelandang Manchester United, Park Ji-Sung, baru-baru ini membagikan kisah yang menarik terkait perjalanan kariernya yang mengantarkannya ke puncak sepak bola Eropa. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kebiasaan uniknya adalah meminum rebusan katak liar yang disiapkan oleh ayahnya semasa kecil di Suwon, Korea Selatan.
Di masa muda, Park mengalami tantangan fisik karena tubuhnya yang kurus. Hal ini membuat ayahnya berupaya mencari solusi untuk meningkatkan kekuatan fisiknya. Salah satu cara yang diambil adalah dengan menangkap katak liar di Kabupaten Go-heung, yang kemudian diolah menjadi minuman yang diyakini dapat meningkatkan stamina dan massa ototnya.
“Ayah saya berusaha mencari katak liar. Saya saat itu terlihat kurus dan lemah, dan dia mendengar bahwa sari dari katak tersebut bisa membantu saya tumbuh lebih besar dan kuat,” kata Park, yang dikutip dari sumber terpercaya.
Ia mengakui bahwa rasa dari minuman tersebut sangat tidak enak, namun ia tetap meminumnya demi mengejar cita-citanya menjadi pesepak bola profesional.
Menurut Park, ia bersedia mencoba berbagai hal yang diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan kebugarannya. Ini semua merupakan bagian dari usahanya yang panjang sebelum bisa bersaing di level profesional.
Karier Park Ji-Sung mengalami lonjakan yang signifikan setelah melakukan debut profesionalnya bersama Kyoto Purple Sanga di Jepang. Penampilan gemilangnya di sana membuka kesempatan untuk bergabung dengan PSV Eindhoven di Belanda, sebelum akhirnya direkrut oleh Manchester United, di mana ia menjadi salah satu pemain kunci dalam periode kejayaan klub di akhir 2000-an.
Selama berseragam Manchester United, Park turut berkontribusi dalam meraih gelar Liga Champions. Namun, perjalanan di kompetisi elit ini tidak selalu mulus. Ia pernah tidak diturunkan dalam final Liga Champions 2007/08 di Moskow, dan keputusan tersebut diakui oleh manajer Sir Alex Ferguson sebagai salah satu keputusan terberat dalam karier kepelatihannya.
Dua tahun kemudian, Park diberi kepercayaan untuk tampil sebagai starter dalam final Liga Champions 2010 di Roma, saat Manchester United berhadapan dengan Barcelona. Meskipun pertandingan berakhir dengan kekalahan 0-2, pengalaman tersebut justru memotivasi dirinya untuk terus berkembang dan berjuang di level tertinggi sepak bola.
Kisah Park Ji-Sung menekankan bahwa keberhasilan dalam karier sepak bola profesional tidak semata-mata bergantung pada bakat, tetapi juga memerlukan kerja keras dan pengorbanan sejak dini. Ini termasuk metode latihan dan pola hidup yang tidak biasa, seperti mengonsumsi rebusan katak, demi meningkatkan performa fisik yang optimal.
➡️ Baca Juga: Mengapa Semua Orang Membicarakan Game Sekarang?
➡️ Baca Juga: Perubahan Urine Bisa Jadi Tanda Ginjal Bermasalah, Kenali Bedanya
