depo 10k depo 10k
lifestyle

Anak Usia 0-2 Tahun Rentan Stunting: Pahami Ciri-Cirinya untuk Tindakan Tepat

Jakarta – Masalah stunting masih menjadi isu yang sangat penting dalam konteks kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berimplikasi pada perkembangan kognitif dan kualitas kesehatan di masa depan. Anak-anak pada usia dini, khususnya yang berusia di bawah dua tahun, diketahui memiliki risiko tertinggi untuk mengalami stunting. Mari kita gali lebih dalam!

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2025, sekitar 6 persen bayi yang lahir di Indonesia memiliki berat badan yang rendah. Kondisi ini menjadi indikator awal yang dapat meningkatkan risiko stunting, karena berat badan bayi tersebut berada di bawah standar normal untuk usianya.

Lebih jauh, kelompok usia 0 hingga 24 bulan adalah fase yang paling rentan, dengan angka kejadian tertinggi tercatat pada rentang usia 12–23 bulan, mencapai hampir 20 persen.

Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupannya, yakni dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Kekurangan asupan nutrisi yang berkepanjangan dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak, yang tidak sesuai dengan standar usianya, sekaligus berpotensi mengganggu perkembangan otak mereka.

Ciri-Ciri Anak Mengalami Stunting

Agar dapat melakukan deteksi lebih awal, sangat penting bagi orang tua untuk memahami tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak mungkin mengalami stunting, antara lain:

– Pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar usia

– Berat badan yang rendah untuk usia

– Penurunan nafsu makan

– Keterlambatan dalam perkembangan motorik

– Sering mengalami sakit

Mengenali ciri-ciri tersebut sejak dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan secepatnya. Dengan pemantauan yang rutin dan pemenuhan gizi yang seimbang, risiko stunting dapat diminimalisir, sehingga anak dapat tumbuh sehat dan mencapai potensi maksimalnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka stunting, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak. Program ini mencakup pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala untuk memantau tumbuh kembang serta mendeteksi risiko sejak dini. Langkah ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

➡️ Baca Juga: Letjen Lucky Avianto Resmi Jabat Pangkogabwilhan III sebagai Pangdam Jaya Bintang Tiga

➡️ Baca Juga: Annisa Hadiyanti Mengungkapkan Tak Menerima Imbalan Meski Jadi Pendiri Nussa Rara

Related Articles

Back to top button