happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Houthi Lakukan Serangan Terhadap Dua Target di Arab Saudi, Riyadh Siapkan Tanggapan Militer Besar

Ketegangan yang sedang meningkat antara kelompok Houthi di Yaman dan pemerintah Arab Saudi kini kembali menjadi sorotan. Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa dua target strategis di Arab Saudi telah diserang menggunakan kombinasi rudal balistik, drone, dan rudal jelajah.

Serangan ini menandai kembalinya penggunaan rudal jelajah oleh Houthi setelah beberapa bulan. Dalam beberapa rekaman yang beredar di media sosial, terlihat asap mengepul dari area sekitar Bandara Internasional King Khalid serta fasilitas minyak Aramco di Yanbu. Hal ini dilaporkan pada tanggal 20 September 2026, dan menunjukkan intensifikasi situasi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Houthi telah mengancam untuk menargetkan aset-aset vital Arab Saudi, khususnya fasilitas minyak Aramco yang dianggap sebagai lambang kekuatan ekonomi negara tersebut. Kini, ancaman tersebut tampaknya menjadi kenyataan, dengan Houthi melancarkan serangan secara rutin dalam beberapa pekan terakhir.

Pesan yang ingin disampaikan oleh kelompok Houthi adalah bahwa mereka tidak akan mundur meskipun Arab Saudi terus melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan serangan sebagai respons terhadap setiap eskalasi yang dilakukan oleh Riyadh.

Serangan ini tidak hanya sekadar reaksi terhadap serangan udara yang dilancarkan oleh Saudi. Yahya Saree menyatakan bahwa tindakan ini juga merupakan tanggapan terhadap apa yang mereka sebut sebagai kebohongan dan propaganda yang dilancarkan oleh pemerintah Saudi. Riyadh sebelumnya telah menuduh Houthi berusaha menyerang Kota Suci Mekkah, yang menjadi masalah sensitif.

Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa mereka akan meminta pertanggungjawaban dari Arab Saudi atas tuduhan tersebut. Ia juga menekankan bahwa kelompoknya memiliki hak untuk membela diri dan memberikan respons terhadap berbagai tuduhan yang mereka anggap tidak berdasar.

Respons Houthi ini tampaknya diwujudkan dengan peningkatan serangan militer, termasuk penggunaan lebih banyak rudal dan drone yang menyasar wilayah strategis di Arab Saudi. Target-target ini dianggap penting untuk keamanan dan stabilitas negara.

Di sisi lain, Nawaf Obaid, seorang peneliti senior di King’s College London, mengungkapkan bahwa Arab Saudi, bersama dengan sekutu-sekutunya, tengah mempersiapkan respons militer yang terkoordinasi untuk menghadapi serangkaian serangan dari Houthi. Menurutnya, posisi Riyadh tidak sekuat yang terlihat, karena adanya dukungan dari berbagai negara.

Obaid menambahkan, “Koalisi mulai terbentuk untuk menghadapi ancaman ini dan merumuskan respons yang tepat terhadap tindakan Houthi.” Hal ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan ini semakin kompleks dan memerlukan perhatian lebih dari komunitas internasional.

Dengan meningkatnya ketegangan ini, penting bagi semua pihak untuk mencari jalan damai guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengakibatkan dampak yang lebih luas bagi keamanan regional.

➡️ Baca Juga: 13 Tanda Ginjal Bermasalah yang Dirasakan di Malam Hari, Apa Saja?

➡️ Baca Juga: Strategi Mengelola NFT untuk Meningkatkan Keuntungan dan Nilai Jual di Masa Depan

Related Articles

Back to top button