uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bisnis

Ekonomi Global Diperkirakan Tumbuh 3,4 Persen di 2027 di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta – Ketidakpastian yang melanda ekonomi global masih menjadi tantangan signifikan bagi banyak negara dalam upaya menjaga pertumbuhan dan stabilitas. Beragam faktor seperti dinamika geopolitik, perubahan dalam kondisi pasar, serta perkembangan di sektor keuangan memberikan dampak besar terhadap prospek ekonomi dan keputusan investasi menjelang tahun 2027.

Ekonom senior, Dr. Agustinus Prasetyantoko, memprediksi bahwa perekonomian global akan tumbuh sebesar 3,4 persen pada tahun 2027. Di sisi lain, kawasan Emerging and Developing Asia, yang mencakup Indonesia, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 4,9 persen selama periode yang sama.

Agustinus juga menekankan adanya tingkat ketidakpastian global yang tinggi, yang dapat memengaruhi kebijakan ekonomi di berbagai negara. “Menurut World Uncertainty Index, dunia pada tahun 2026 akan menghadapi tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya dalam acara FWD Economic Outlook 2027 dengan tema ‘Navigating Tomorrow with Confidence’ yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

“Kondisi ini perlu diperhatikan dalam pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter agar stabilitas tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi bisa didorong,” tambah Agustinus.

Di tengah tantangan tersebut, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027. Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank LPS, Ridwan Nasution, menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target ini.

“Ketika tingkat kepercayaan meningkat, risiko premi akan menurun, biaya pembiayaan pun akan berkurang, sehingga investasi dapat meningkat dan alokasi sumber daya menjadi lebih produktif,” terangnya.

LPS mencatat bahwa penguatan kepercayaan perlu didukung oleh lima aspek utama, yaitu kredibilitas dalam kebijakan fiskal dan moneter, percepatan investasi dan reformasi, integritas pasar keuangan, stabilitas sektor perbankan, serta peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

Selain itu, LPS sedang menyiapkan Program Penjaminan Polis Asuransi yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan bagi pemegang polis dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Program ini direncanakan mulai berlaku pada tahun 2028, dengan aktivasi yang dimulai pada tahun 2027.

“Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya dengan janji, melainkan harus didasarkan pada kinerja yang nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri asuransi dalam menghadapi perubahan ekonomi serta transformasi digital yang sedang berlangsung.

“Regulator dan industri perasuransian perlu bersinergi untuk memperkuat pengelolaan risiko, meningkatkan kapasitas, serta pengembangan sumber daya manusia agar dapat tumbuh dengan sehat dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang ada,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Janice Tjen Kalahkan Mantan Peringkat 3 Dunia di Guadalajara Open 2026

➡️ Baca Juga: Siswa SMA di China Diharuskan Menonton Berita Pemerintah Sebelum Belajar

Related Articles

Back to top button