Prajurit Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon, TNI Tetap Lanjutkan Misi Perdamaian

Jakarta – Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa misi perdamaian yang dijalankan TNI di Lebanon akan terus berlanjut meskipun terdapat serangan artileri yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan prajurit.
Aulia mengungkapkan, “TNI tetap berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sebagai bagian dari upaya perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan sikap profesional dan bertanggung jawab, sambil tetap mengutamakan keselamatan para prajurit.” Pernyataan ini disampaikan saat ia dihubungi oleh ANTARA di Jakarta pada Senin.
Dia juga menambahkan bahwa penugasan dalam misi perdamaian adalah bagian dari tanggung jawab TNI untuk mewujudkan amanat negara dalam menciptakan perdamaian global, sesuai dengan prinsip yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
Meski demikian, Aulia menegaskan bahwa TNI tidak akan mengabaikan keselamatan prajuritnya yang bertugas di Lebanon.
TNI mendorong semua prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan misi, sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan oleh PBB.
Sambil melaksanakan tugas, TNI juga akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon untuk menentukan langkah-langkah yang tepat ke depan.
“Aktivitas pemantauan terhadap situasi di lapangan akan terus dilakukan, dan langkah-langkah kontingensi akan disiapkan sesuai dengan dinamika yang berlangsung di wilayah penugasan di Lebanon,” ungkapnya.
Sebagai informasi, satu prajurit TNI dinyatakan gugur dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan artileri saat melaksanakan misi perdamaian di Lebanon pada Minggu, 29 Maret 2026.
Aulia menjelaskan bahwa serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang terjadi di Lebanon, khususnya di bagian selatan negara tersebut.
Peningkatan ketegangan ini telah memicu sejumlah serangan, termasuk yang mengarah ke lokasi di mana kontingen prajurit Indonesia bertugas, tepatnya di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, pada tanggal 29 Maret 2026.
Prajurit yang gugur dalam insiden tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon. Sementara itu, tiga prajurit yang mengalami cedera adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
“Jenazah prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan sedang dalam proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan dari pihak KBRI Beirut,” kata Aulia.
“Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan, dan mereka telah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan,” tambahnya.
Namun, Aulia menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada informasi yang jelas mengenai siapa yang menjadi otak dari serangan tersebut dan apa motivasinya.
➡️ Baca Juga: Daftar Lengkap Tier Runner Shell di Marathon: Temukan Karakter Terbaik untuk Kemenangan
➡️ Baca Juga: Direktur Utama Terra Drone Dikenakan Dakwaan atas Kelalaian yang Menyebabkan 22 Kematian




