PP Muhammadiyah Arahkan Jajaran Persyarikatan untuk Mendukung Penanganan Karhutla

PP Muhammadiyah telah mengeluarkan edaran untuk mendorong seluruh jajaran Persyarikatan, termasuk ‘Aisyiyah, organisasi otonom, Majelis Lingkungan Hidup, serta lembaga terkait seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), untuk berkontribusi dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dalam edaran tersebut, PP Muhammadiyah menekankan pentingnya memperkuat pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, pendidikan lingkungan, pendampingan masyarakat yang terdampak, serta advokasi bagi mereka yang mengalami kesulitan akibat bencana ini.
Universitas yang berada dalam naungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga didorong untuk berperan aktif melalui penelitian ilmiah serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan semua kegiatan dapat berjalan secara terkoordinasi dan menjangkau semua kalangan yang membutuhkan bantuan.
Muhammadiyah dengan tegas menyatakan bahwa karhutla tidak seharusnya dianggap sebagai bencana tahunan yang biasa terjadi dan membebani masyarakat. Keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, serta sektor swasta harus ditunjukkan melalui tindakan nyata dalam melindungi masyarakat, menindak pelanggaran yang terjadi, memulihkan kerusakan lingkungan, dan mencegah terulangnya kebakaran di masa mendatang.
Dalam surat pernyataan Nomor 87/PER/1.0/H/2026, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Muhammad Suyuti pada 20 Oktober 2026, Muhammadiyah menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kelestarian kehidupan dan mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.
Selain itu, Muhammadiyah juga mengingatkan sektor bisnis untuk bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Mereka diminta untuk proaktif dalam mencegah kebakaran di area operasionalnya dan siap menanggung konsekuensi hukum serta melakukan pemulihan jika terbukti bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.
Pemulihan pascabencana harus menjadi fokus utama pemerintah, meliputi aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, sumber penghidupan, serta rehabilitasi hutan dan lahan yang terpengaruh. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah pemulihan dapat diterapkan secara efektif.
Penting bagi masyarakat lokal dan petani kecil untuk mendapatkan perlindungan serta pendampingan agar mereka mampu mengelola lahan secara berkelanjutan tanpa harus melakukan pembakaran. Penegasan ini menjadi bagian dari upaya untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Arsenal Berisiko Kehilangan Dua Gelandang Penting di Momen Krusial Liga Champions
➡️ Baca Juga: Game PS2 Bisa Main di PS5? Jawabannya Ngejutkin Gue Banget




