Ole Romeny Berbagi Filosofi Bermain untuk Timnas Indonesia Tanpa Egoisme Gol Individu

Jakarta – Ole Romeny membuktikan bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak. Dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, penyerang yang bermain untuk Fortuna Sittard ini menunjukkan perannya yang krusial melalui umpan-umpan presisi yang berujung pada gol.
Ole tampil sebagai starter dalam empat pertandingan Indonesia di turnamen ini. Dari penampilannya yang impresif, ia berhasil mencetak satu gol dan memberikan empat assist kepada rekan-rekannya.
Keempat assist yang diberikan Ole semuanya diterima oleh Mitchell Baker. Pemain muda tersebut kemudian menjelma menjadi mesin gol bagi Timnas Indonesia dengan total lima gol, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak di skuad Garuda selama turnamen.
Kontribusi Ole sangat penting dalam membantu Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda memastikan kemenangan setelah mengalahkan Thailand dalam drama adu penalti, dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga menit ke-120 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Oktober 2026.
Menurut Ole, peran seorang pemain dalam tim tidak dapat hanya diukur dari jumlah gol yang berhasil dicetak. Ia mengungkapkan komitmennya untuk memberikan yang terbaik demi Timnas Indonesia.
“Saya melakukan segalanya demi jersey ini (Timnas Indonesia). Saya berusaha untuk tampil lebih baik, bermain dengan penuh semangat, dan memberikan inspirasi kepada rekan-rekan,” ungkap Ole kepada wartawan setelah pertandingan.
Peran Ole di lini depan Timnas Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Baker. Sementara Baker lebih sering berperan sebagai target man dan ujung tombak serangan, Ole memiliki kebebasan untuk bergerak mencari ruang dan menciptakan peluang untuk rekannya.
Ole menjelaskan bahwa ia banyak berinteraksi dan bergerak di sekitar Baker. Ketika melihat rekannya berlari mencari ruang, ia lebih memilih untuk memberikan umpan ketimbang memaksakan diri untuk menyelesaikan peluang secara individu.
“Dia lebih berfungsi sebagai target man, sementara saya berperan sebagai pemain dengan kebebasan bergerak,” jelas Ole.
“Jadi, saya berusaha bergerak di sekitar dirinya. Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya, dan kami bisa mencetak gol bersama,” tambahnya.
Kombinasi permainan antara Ole dan Baker terbukti sangat efektif. Baker menerima umpan-umpan dari Ole, sementara Ole dapat menjalankan perannya dengan baik sebagai pemain yang menciptakan ruang dan peluang bagi tim.
Dengan pendekatan bermain yang saling mendukung tanpa egoisme individu, Ole Romeny dan Mitchell Baker menunjukkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Filosofi bermain ini harus terus dijaga dan ditingkatkan dalam setiap pertandingan, demi mengukir prestasi lebih tinggi di pentas sepak bola internasional.
➡️ Baca Juga: Saksi Sidang Ungkap Rugi Chromebook, Keuntungan Vendor Dinilai Tidak Sesuai
➡️ Baca Juga: Peluncuran Aplikasi Kesehatan untuk Masyarakat




