Anak Panti Asuhan dan Hak MBG: BGN Menyajikan Fakta Terbaru yang Perlu Diketahui

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan penjelasan mengenai isu yang marak beredar terkait anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang diduga tidak mendapatkan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menekankan bahwa anak-anak panti asuhan sebenarnya tetap memperoleh makanan bergizi melalui sekolah-sekolah tempat mereka belajar. Sudaryono menjelaskan bahwa penyaluran program MBG bagi anak-anak di panti asuhan dilakukan dengan mengikuti regulasi dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Sudaryono juga meminta dukungan dari masyarakat agar program ini dapat dijalankan secara optimal.
“Program MBG diberikan di sekolah mereka. Ada mekanisme dan aturannya, maka kami sangat berharap dukungan dari masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudaryono melalui kolom komentar di akun Instagram @syamsulaco. Sebelumnya, akun tersebut memberikan masukan terkait perbaikan program MBG dalam salah satu unggahannya.
Dia memastikan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka melalui program pemerintah tersebut. Penyaluran dilakukan melalui jalur yang telah ditentukan, termasuk melalui sekolah bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.
Selain itu, BGN juga menjelaskan mekanisme penyaluran MBG untuk balita. Kelompok usia ini dapat menerima manfaat program melalui posyandu, yang merupakan salah satu saluran distribusi yang telah disediakan.
“Bagi balita, penyalurannya juga dilakukan melalui saluran-saluran MBG, yaitu posyandu, yang menjadi salah satu jalur distribusi program,” tambahnya.
Isu mengenai akses anak-anak panti asuhan terhadap MBG sebelumnya telah menjadi sorotan publik. Penjelasan yang diberikan oleh Sudaryono sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme penyaluran program ini.
Jalur distribusi yang melibatkan sekolah dan posyandu merupakan bagian dari mekanisme pelaksanaan MBG yang harus dipahami oleh masyarakat. Dengan demikian, informasi mengenai penerima manfaat program dapat dipahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BGN berkomitmen untuk terus memperkuat sosialisasi mengenai mekanisme penyaluran MBG, terutama bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan dan balita. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami akses terhadap program pemenuhan gizi yang ada.
➡️ Baca Juga: Siapkan Bekal Kantor Sehat Praktis dan Rendah Kalori Setiap Pagi dengan Mudah
➡️ Baca Juga: Dua Mantan Pegawai Kementan Ditangkap Polisi atas Dugaan Korupsi Uang Perjalanan Dinas Miliaran




