Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
berita

Saksi Sidang Ungkap Rugi Chromebook, Keuntungan Vendor Dinilai Tidak Sesuai

Jakarta – Dalam sidang lanjutan yang membahas dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook pada Kamis, 5 Maret 2026, sejumlah saksi memberikan keterangan terkait perhitungan harga serta keuntungan yang dihasilkan dari proyek tersebut.

Salah satu saksi, Alexander Vidi, yang merupakan prinsipal di PT Dell Indonesia, mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya justru mengalami kerugian dalam proyek pengadaan Chromebook tersebut.

Alexander menjelaskan bahwa berdasarkan analisis internal serta dokumen yang tersedia, Dell terpaksa melakukan pembayaran kepada pabrik sesuai dengan jumlah pesanan yang dibuat, sementara penerimaan dari distributor hanya mengikuti dokumen Purchase Order (PO).

“Dengan perhitungan matematis dan dokumen yang kami miliki, kami secara nyata mengalami kerugian karena pembayaran kepada pabrik harus tetap dilakukan sesuai dengan pesanan, sedangkan penerimaan dari distributor berdasarkan PO,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi ketidakjelasan mengenai angka Rp112 miliar yang tercantum dalam dakwaan, yang dianggapnya tidak mencerminkan kenyataan.

“Jika ditanya secara nyata, kami memang mengalami kerugian. Saya tidak memahami dari mana asalnya angka Rp112 miliar itu, seharusnya ada data yang mendukung,” ungkap Alexander.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Chandra Advan, perwakilan dari PT Bangga/Chromebook Advan. Ia menyebutkan bahwa total keuntungan kotor (gross) yang diraih oleh perusahaannya dari proyek pengadaan Chromebook dalam periode 2021 hingga 2022 hanya sekitar Rp14,7 miliar.

Chandra menekankan bahwa angka tersebut sangat berbeda dengan nilai yang disebutkan dalam dakwaan, yang mengklaim adanya keuntungan sebesar Rp48 miliar.

Ia juga menambahkan bahwa angka Rp48 miliar tersebut tidak pernah diungkapkan kepadanya baik selama proses penyidikan maupun saat pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam persidangan itu, istilah co-investment juga menjadi sorotan. Rico Gunawan, perwakilan dari PT Acer, menjelaskan bahwa istilah ini merujuk pada dana pemasaran yang umum digunakan dalam industri teknologi.

Menurut Rico, dana tersebut biasanya berasal dari prinsipal seperti Google, Intel, Microsoft, dan AMD untuk mendukung aktivitas pemasaran.

“Biasanya, ketika kami bekerja sama dengan prinsipal seperti Intel, Microsoft, atau Google, terdapat kegiatan marketing dan mereka menyediakan dana pemasaran. Dana ini digunakan untuk berbagai aktivitas seperti iklan, pelatihan untuk mitra, reseller, atau distributor,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Bawaslu Awasi Kampanye Digital Jelang Pemilu

➡️ Baca Juga: Kepala BGN Jelaskan Pengadaan Motor Listrik untuk Akses ke Daerah Sulit

Related Articles

Back to top button