Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu part4

5 cara turun kan wild mahjong ways banjir runtuhan tanpa putus part4

Strategi mahjong ways agar selalu gacor saat jam ramai menurut mbg

Cara jebol maxwin gates of olympus dengan pola terbaru dari pendemo mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus jade treasure adventure dengan sensasi baru

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus dragon pearl prosperity dengan sensasi premium

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus fortress dengan hadiah spesial

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus glory path dengan bonus menarik

Pragmatic Play berikan bagi-bagi bonus dragon crown fortune dengan peluang menarik

Mahjong Ways berikan bagi-bagi bonus dragon wealth festival dengan hadiah premium

Slot online kekinian hadirkan bonus burst event dengan algoritma cerdas

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus festival harta berkilau dengan sensasi modern

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus majesty dengan nilai fantastis

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus dragon power dengan kejutan maksimal

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling akurat

PGSoft hadirkan bagi-bagi bonus star wealth celebration dengan hadiah beruntun

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Politik Uang di Muktamar NU Dikhawatirkan Gadaikan Masa Depan Organisasi

Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) HRM Khallilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, mengingatkan pentingnya muktamar NU yang akan datang untuk dijalankan tanpa adanya praktik politik uang. Dia bahkan menyarankan agar politik uang diharamkan dalam konteks muktamar ini.

Gus Lilur menekankan bahwa politik uang tidak hanya berpotensi memengaruhi suara peserta dalam muktamar, tetapi juga dapat mengancam masa depan NU sebagai organisasi.

“Sebagai langkah awal sebelum muktamar berjalan lebih jauh dalam dinamika kandidat dan kekuatan yang ada, kami perlu menegaskan dengan jelas bahwa politik uang adalah haram. NU tidak seharusnya dibangun di atas hal-hal yang dilarang,” ungkapnya kepada wartawan pada Senin, 6 April 2026.

Pernyataan Gus Lilur mengenai haramnya politik uang tidak hanya merupakan pengulangan norma, melainkan juga penetapan arah bagi jalannya muktamar. Dari sinilah, proses muktamar akan diuji, apakah akan menjadi ruang pemilihan yang bermartabat atau sekadar arena transaksi yang dapat merugikan masa depan organisasi.

“Hal terpenting adalah memastikan bahwa semua peserta muktamar tidak terlibat dalam praktik politik uang. Mereka tidak boleh menerima, tidak melakukan negosiasi, apalagi berpartisipasi dalam distribusi uang, terutama jika uang tersebut berasal dari praktik korupsi. Karena pada titik ini, masalah yang dihadapi tidak hanya berhenti pada pelanggaran etika, tetapi menjadi risiko hukum dan institusional,” jelasnya.

Gus Lilur juga memperingatkan bahwa NU bisa terjebak dalam jaringan korupsi, bahkan berisiko terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurutnya, hal ini bukanlah asumsi yang berlebihan, melainkan konsekuensi nyata dari hubungan antara uang, kekuasaan, dan hukum.

“Menerima politik uang bukan sekadar soal menjual suara, tetapi juga berpotensi menggadaikan masa depan NU. Kesadaran ini seharusnya diikuti dengan tindakan tegas bahwa mulai saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) harus membersihkan organisasi dari individu yang terindikasi terlibat dalam praktik korupsi,” tegasnya.

Gus Lilur juga menyoroti bahwa NU tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa citra organisasi ini belakangan ini telah tercoreng oleh isu-isu terkait pengelolaan kekuasaan, termasuk dalam kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terlepas dari proses hukum yang sedang berlangsung, kasus-kasus tersebut telah merusak persepsi publik terhadap organisasi.

➡️ Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Hadir, Hakim Minta Gelar Mediasi Dengan Lisa Mariana

➡️ Baca Juga: Van Dijk Mengakui Liverpool Pernah Menyerah Setelah Dipermalukan Man City

Related Articles

Back to top button