Pramono Pastikan Santunan Diberikan untuk Korban Longsor Sampah di Bantargebang

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat setelah terjadinya bencana longsor di gunungan sampah Zona 4A TPST Bantargebang, yang mengakibatkan empat orang kehilangan nyawa.
Sebagai respons terhadap insiden tersebut, pemerintah tidak hanya menutup sementara area yang terdampak, tetapi juga menjamin adanya santunan bagi para korban serta penyesuaian dalam operasional pengelolaan sampah dari Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan penanganan dan bantuan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh korban.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa para korban yang meninggal dunia, terutama dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup, akan memperoleh santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, pada tanggal 9 Maret 2026.
Ia juga menambahkan bahwa korban yang mengalami luka akan mendapatkan perawatan medis yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Biaya pengobatan untuk mereka yang terluka akan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi untuk mencegah risiko berlanjut, Pemprov DKI Jakarta telah menutup aktivitas di area longsor. Penyesuaian dalam pengelolaan sampah juga dilakukan agar proses evakuasi dan penanganan lokasi dapat berlangsung dengan aman.
“Sebagai upaya mitigasi, layanan di Zona 4A ditutup untuk sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang akan dikurangi, dan akan dialihkan ke Zona 3, serta disiapkan dua titik baru sambil melakukan perapihan,” tuturnya.
Pramono juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yang telah turun langsung untuk meninjau lokasi kejadian.
“Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup yang telah mengunjungi lokasi kejadian secara langsung,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi segera melakukan koordinasi intensif setelah kejadian untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan cepat dan tepat.
“Pagi ini, saya bersama jajaran Balai Kota juga menyelesaikan apa yang perlu ditindaklanjuti di lapangan,” tuturnya.
Menurut Pramono, longsor tersebut disebabkan oleh kombinasi hujan deras yang berlangsung lama dan tingginya tumpukan sampah di lokasi tersebut.
“Ini adalah kejadian yang tidak terduga, akibat hujan lebat dan berkepanjangan, serta tumpukan sampah yang sudah sangat tinggi, menyebabkan terjadinya longsor yang mengakibatkan empat korban jiwa,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: Saddil Ramdani Resmi Berkostum Persib Bandung: Satu Kebanggaan Bisa Berada di Sini
➡️ Baca Juga: Kegiatan Olahraga Bersama di Komunitas, Meningkatkan Kesehatan




