Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Suami Warga Irak Terungkap Secara Menyengat

Kasus pembunuhan mengerikan yang menimpa Dewhinta Anggary, cucu dari komedian Betawi yang terkenal, Mpok Nori, mulai menunjukkan titik terang. Pihak kepolisian mengungkap bahwa motif utama di balik tindakan brutal ini diduga kuat disebabkan oleh rasa sakit hati pelaku setelah hubungan cinta mereka berakhir.
Pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial F, merupakan seorang warga negara Irak dan diketahui adalah mantan suami siri korban. Ia telah ditangkap oleh pihak berwajib di daerah Cikupa, Tangerang, Banten. Menurut hasil penyelidikan awal, pelaku tidak dapat menerima keputusan Dewhinta yang ingin mengakhiri hubungan mereka. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai peristiwa tragis ini.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menyatakan bahwa keinginan korban untuk berpisah adalah pemicu utama bagi tindakan pelaku yang mengerikan ini.
“Korban ingin mengakhiri hubungan, tetapi tersangka tidak mau,” jelas Alfian Nurrizal dalam keterangannya pada Minggu, 22 Maret 2026.
Motif ini kini menjadi fokus utama dalam penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada faktor lain yang juga berkontribusi terhadap kejadian tersebut.
Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Peristiwa menyedihkan ini pertama kali terungkap pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu dari korban yang dikenal dengan inisial B, datang ke rumah kontrakan Dewhinta dengan maksud untuk membangunkannya agar bersiap bekerja. Namun, ia mendapati pintu dalam keadaan terkunci dari dalam, yang menimbulkan kecurigaan.
Karena tidak mendapatkan tanggapan, adik korban pun berinisiatif untuk masuk melalui jendela yang kebetulan terbuka. Ia terkejut ketika menemukan Dewhinta tergeletak tak bernyawa di dalam rumah. Keadaan korban sangat mengenaskan, dengan luka sayatan di bagian leher.
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi darah mengering di lantai dan kasur,” ungkap Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy.
Temuan yang mengerikan ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama setelah itu, tim dari Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada.
➡️ Baca Juga: SIG Tingkatkan Implementasi SMK3 untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis secara Efektif
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Khatam Al-Qur’an 30 Juz Selama Bulan Ramadhan yang Mudah Dilakukan




