depo 10k depo 10k
berita

Rismon Sianipar Berikan Jawaban Tak Terduga Terkait Laporan JK yang Menghebohkan

Jakarta – Kontroversi mengenai video yang diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan melibatkan nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, memberikan tanggapan tegas mengenai situasi ini. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki otoritas untuk menjelaskan konten video yang saat ini beredar luas. Pernyataan tersebut disampaikan Rismon ketika ditanya mengenai laporan yang dibuat oleh JK terhadap dirinya.

“Originalitas adalah elemen kunci dalam digital forensik. Oleh karena itu, saya tidak akan bertanggung jawab untuk mengklarifikasi isi dari video yang beredar,” jelas Rismon, seperti yang dilansir pada Kamis, 16 April 2026.

Rismon juga menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam pembuatan video yang mengaitkan namanya. Ia secara tegas menyatakan bahwa ia tidak pernah memproduksi atau mengungkapkan informasi yang dituduhkan dalam video tersebut.

“Yang jelas, saya tidak berkaitan dengan hal itu. Saya tidak membuat, memproduksi, atau bahkan menyebutkan apa pun yang ada dalam video itu. Oleh karena itu, segera tangkap pihak yang memproduksinya,” tegasnya.

Lebih jauh, Rismon menambahkan bahwa ia tidak pernah berkomunikasi dengan JK, terutama mengenai isu sensitif seperti polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Siapa saya ini untuk berbicara dengan Pak JK? Beliau adalah tokoh bangsa, sedangkan saya hanyalah rakyat biasa. Dalam setiap pembicaraan saya, saya tidak pernah menyebut satu pun nama dari kalangan elit politik atau pemimpin bangsa ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa kliennya justru berada dalam posisi yang dirugikan. Ia berpendapat bahwa jika video tersebut memang hasil rekayasa AI, maka Rismon dan semua pihak yang disebutkan di dalamnya sama-sama menjadi korban.

“Nama klien saya telah disebutkan mungkin jutaan kali di berbagai media, menuding bahwa ia mengatakan hal tersebut. Namun kenyataannya, itu tidak benar. Saat ini, klien saya berada dalam posisi yang sangat dirugikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mendatangi Gedung Bareskrim Polri di Jakarta untuk melaporkan kasus yang berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang tidak benar.

Berdasarkan pengamatan, JK tiba di Gedung Bareskrim Polri pada Rabu, sekitar pukul 11.00 WIB. Ia hadir dengan mengenakan kemeja berwarna biru muda dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu.

➡️ Baca Juga: Prabowo Tiba di Seoul untuk Pertemuan Penting dengan Presiden Lee Jae Myung

➡️ Baca Juga: Ulasan Insta360 X4: Kamera 360 Derajat dengan Resolusi 8K yang Mengagumkan

Related Articles

Back to top button