Pemerintah Alokasikan Rp1,2 Triliun untuk Renovasi 1.487 Sekolah di NTT

Jakarta – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng yang terletak di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Respons pemerintah terhadap situasi ini menunjukkan komitmen untuk memperbaiki fasilitas pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memastikan bahwa SDN Mboeng akan mendapatkan perhatian khusus dalam program revitalisasi yang dijadwalkan untuk tahun ini.
Inisiatif ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan dalam hal ruang belajar yang memadai.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan tinjauan langsung untuk mengevaluasi kondisi SDN Mboeng. Fokus utama dari perbaikan ini adalah pada ruang kelas yang mengalami kerusakan parah dan bangunan darurat yang saat ini digunakan oleh siswa.
“Tim dari Kemendikdasmen sudah melakukan peninjauan, dan perbaikan akan segera dilakukan pada kelas yang rusak parah serta ruang yang bersifat darurat,” ujarnya pada hari Kamis, 10 September 2026.
Saat ini, SDN Mboeng memiliki 84 siswa yang dibagi ke dalam enam rombongan belajar. Sekolah ini juga didukung oleh 10 tenaga pendidik yang berusaha memberikan pendidikan terbaik meskipun dalam kondisi yang kurang ideal.
Masalah utama yang dihadapi oleh sekolah ini terletak pada sarana dan prasarana yang tidak memadai. Dari lima bangunan permanen yang ada, dua di antaranya mengalami kerusakan yang cukup serius sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan belajar mengajar.
Akibat dari situasi tersebut, SDN Mboeng terpaksa masih mengandalkan empat ruang kelas darurat untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
Lebih lanjut, sebagian dari pembangunan ruang kelas yang ada saat ini dilakukan melalui swadaya masyarakat, terutama bantuan dari orang tua siswa.
“Sebagian pembangunan ruang kelas ini merupakan hasil swadaya dari orang tua siswa,” tambahnya.
Sorotan terhadap SDN Mboeng tidak hanya terfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga pada fakta bahwa sekolah tersebut mendapatkan perangkat digital yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan digitalisasi pendidikan ketika infrastruktur dasar sekolah masih memerlukan perbaikan yang signifikan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kedua program, baik digitalisasi maupun revitalisasi fisik, tetap akan dilaksanakan secara bersamaan. Pemerintah berkomitmen untuk tidak menghentikan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan hanya karena kondisi fisik sekolah yang belum sepenuhnya ideal.
Salim menjelaskan, berdasarkan data dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki akses listrik. Dengan informasi ini, sekolah tersebut ditunjuk sebagai salah satu penerima perangkat televisi yang akan digunakan untuk membantu proses belajar mengajar.
“Digitalisasi pendidikan tetap berjalan, sementara perbaikan fisik sekolah juga tengah dilakukan,” katanya.
Dengan kebijakan ini, upaya digitalisasi pendidikan dan revitalisasi sarana-prasarana akan saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih modern di NTT.
➡️ Baca Juga: Bilal Hasan Tantang Petarung Peru MMA, Duel Hari Ini Uji Rekor Sempurna
➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan Mahasiswa untuk Meningkatkan Konsistensi Menabung




