Dudung Paparkan Tantangan Pemadaman Karhutla, Asap Tebal Ganggu Operasi Udara

Jakarta – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya intensitas asap. Hal ini menyebabkan operasi pemadaman yang menggunakan helikopter menjadi terhambat dalam menjangkau lokasi-lokasi titik api, sehingga lebih banyak mengandalkan metode pemadaman darat.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dudung setelah menghadiri rapat terbatas mengenai penanganan karhutla dengan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meski operasi helikopter telah dilaksanakan, kondisi di lapangan memaksa tim pemadaman untuk lebih mengandalkan cara darat.
Dudung mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan enam provinsi sebagai fokus utama dalam penanganan karhutla. Di antara provinsi yang menjadi sorotan adalah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, yang memerlukan perhatian ekstra dalam upaya penanganan kebakaran.
Di Kalimantan Tengah, perhatian utama diarahkan pada kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Wilayah ini penting untuk dilindungi karena merupakan habitat bagi berbagai satwa yang keberadaannya harus dipertahankan di tengah ancaman kebakaran yang berlangsung.
Dudung menyatakan bahwa tantangan utama dalam pemadaman karhutla lewat jalur udara adalah asap tebal yang menghalangi kemampuan helikopter untuk menjangkau area yang terbakar. Akibatnya, meskipun helikopter telah dikerahkan, pemadaman di beberapa lokasi harus dilakukan melalui metode darat.
“Dari laporan yang diberikan oleh Kepala BNPB, operasi helikopter telah berjalan, namun dominasi operasi darat lebih terlihat karena akses udara terhalang oleh kepadatan asap,” jelas Dudung.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kondisi geografis di sejumlah lokasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran. Beberapa daerah yang terbakar tidak selalu dapat diakses dengan kendaraan darat, termasuk mobil pemadam kebakaran dan alat berat.
Situasi ini mengharuskan penanganan karhutla untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Operasi darat menjadi metode andalan ketika pemadaman melalui udara mengalami keterbatasan yang signifikan.
Dudung juga menegaskan bahwa istilah operasi darat dalam konteks ini merujuk pada upaya pemadaman kebakaran melalui jalur darat, bukan merupakan operasi militer.
“Operasi darat berarti pemadaman dilakukan dari darat. Artinya, terdapat banyak lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Dudung.
Selain masalah asap, pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah juga memerlukan perhatian khusus karena ada kawasan konservasi yang harus dilindungi dari ancaman kebakaran.
➡️ Baca Juga: Jemaah Haji Mulai Lempar Jumrah Aqabah di Mina, Lanjutkan Mabit hingga Hari Tasyrik
➡️ Baca Juga: BKI Teken MoU dengan ABUPI untuk Mendorong Pengembangan Industri Kepelabuhanan




