Houthi Siap Serang Kilang Minyak Aramco dan Bandara di Arab Saudi

Kelompok Houthi dari Yaman baru-baru ini menyampaikan ancaman akan menyerang berbagai fasilitas penting di Arab Saudi, termasuk kantor pusat Aramco yang terletak di Dammam, Bandara Internasional King Khalid, serta kilang minyak yang berada di Riyadh. Ancaman ini disampaikan setelah serangan udara yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap ibu kota Sanaa, yang dikuasai oleh kelompok tersebut.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Houthi mengingatkan agar warga sipil dan pekerja tidak mendekati fasilitas minyak di Arab Saudi. Peringatan ini dibuat untuk memastikan keselamatan serta mengurangi potensi kerugian yang mungkin terjadi akibat konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa semua fasilitas minyak yang dikelola oleh Aramco kini dianggap sebagai “target yang sah” bagi angkatan bersenjata mereka. Pernyataan ini menandakan bahwa Houthi siap mengambil langkah-langkah lebih lanjut jika serangan terhadap Sanaa tidak dihentikan.
Saree juga mengeluarkan peringatan kepada para insinyur, ahli, dan pekerja yang berada di seluruh lokasi fasilitas minyak Arab Saudi. Ia menekankan bahwa kawasan-kawasan tersebut, baik yang pernah diserang maupun yang baru diidentifikasi, sangat mungkin menjadi sasaran serangan, sehingga disarankan untuk menjauhi area tersebut demi keselamatan jiwa.
Dalam upaya untuk melindungi diri, Saree meminta semua pihak yang terlibat, termasuk personel di bandara dan maskapai penerbangan, untuk waspada terhadap wilayah udara yang telah ditetapkan sebagai target oleh Houthi. Peringatan ini juga mencakup langkah-langkah keamanan yang harus diambil oleh penumpang dan staf bandara.
Kelompok Houthi menyerukan kepada warga sipil agar segera mengungsi dan menjauh dari tiga lokasi yang mereka sebutkan sebagai target potensial. Ancaman ini diungkapkan sebagai respon terhadap serangan yang dilakukan oleh pasukan Arab Saudi di Sanaa.
Dalam peringatan tersebut, lokasi-lokasi yang diidentifikasi sebagai sasaran meliputi markas besar Aramco di Dammam, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dan kilang minyak Aramco yang terletak di ibu kota. Hal ini menunjukkan tingginya ketegangan antara kedua pihak yang terlibat dalam konflik ini.
Peringatan dari Houthi muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok ini dan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, yang telah memberikan dukungan kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Ketidakpastian semakin meningkat seiring dengan ancaman dan serangan yang saling dilakukan oleh kedua belah pihak.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi juga memberikan instruksi kepada warga sipil untuk segera mengungsi dari Stasiun Pusat al-Sabahah yang dikelola oleh Perusahaan Minyak Yaman, yang saat ini berada di bawah kontrol Houthi. Perintah evakuasi ini dikeluarkan demi menjaga keselamatan masyarakat sebelum dimulainya operasi militer yang direncanakan.
➡️ Baca Juga: Bank bjb dan Persib Bersinergi untuk Membangun Semangat Juara yang Kuat
➡️ Baca Juga: Pelatih Singapura Mengakui Kekuatan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Tugas Kami Semakin Berat




