Anak SD di NTT Sorak Yel ‘Ayo Maju Jangan Ragu’ untuk Kadis Pendidikan yang Menyeberangi Sungai

Sebuah video yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial telah menarik perhatian banyak orang. Video tersebut memperlihatkan sekelompok anak-anak sekolah dasar (SD) Oelbaf yang terletak di Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Dalam video itu, mereka dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel ‘ayo maju-maju’ kepada seorang pria yang mengenakan seragam ASN.
Pria yang menjadi sorotan dalam video tersebut diduga adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU. Para siswa itu memberikan dukungan kepada beliau untuk menyebrangi sungai yang mengalir deras, demi mencapai sekolah yang mereka tuju.
“Ayo maju-maju jangan ragu-ragu. Ayo maju-maju jangan ragu-ragu,” demikian seruan yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh anak-anak SD tersebut.
Menurut informasi dari akun Instagram @flores_awesome, pada tanggal 28 Agustus 2026, anak-anak di sekolah dasar ini harus melewati sungai yang menjadi satu-satunya akses untuk mencapai sekolah. Sayangnya, dalam video tersebut tidak terlihat adanya jembatan yang menghubungkan dua sisi area tersebut.
“Momen anak-anak SDN Oelbaf di Desa Tasinifu/Aplal, Kec. Mutis, Kab. TTU meneriakkan yel-yel ‘Ayo Maju-Maju’ menyambut Dinas Pendidikan Kabupaten ketika hendak melewati sungai yang menjadi jalan mereka setiap hari,” tertulis dalam caption unggahan tersebut.
Sementara itu, pria yang diyakini sebagai Kepala Dinas Pendidikan TTU tampak melihat ke sekitar sungai, seolah-olah mencari cara untuk menyeberang. Akhirnya, beliau berhasil menyeberangi sungai tersebut. Namun, ketika ditanya oleh seorang perempuan yang merekam momen itu, beliau tidak memberikan banyak komentar, hanya melambaikan tangan ke arah kamera.
“Bagaimana bapak?” tanya perekam video tersebut.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar dari netizen. Banyak dari mereka yang merasa bahwa seorang pejabat publik seharusnya merasa malu melihat kondisi yang harus dihadapi oleh anak-anak sekolah dasar tersebut.
“Tidak malu kah pemerintah?” sindir salah satu netizen.
“Penghinaan terbesar dalam hidup adalah diejek-ejek sama anak-anak SD dengan yel-yel,” tulis netizen lainnya.
“Ayo maju pak biar tahu perjuangan anak-anak,” ujar salah satu pengguna media sosial lainnya.
➡️ Baca Juga: Tito Tegaskan Pentingnya Integritas Kepala Daerah Pasca OTT Bupati Lombok Barat
➡️ Baca Juga: Menhaj Umrah Turunkan Biaya Haji Hingga Rp7 Juta di Masa Kepemimpinan Prabowo




