IHSG Menguat Berkat Laporan MSCI, Wall Street dan Bursa Asia Ikut Mendorong Kenaikan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,23 persen, menuju level 6.388 saat perdagangan dibuka pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Analis Riset Ritel, memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren penguatannya dalam sesi perdagangan hari ini.
“Dengan pengumuman bahwa MSCI tetap memasukkan Indonesia dalam kategori pasar berkembang, IHSG memiliki peluang untuk terus menguat. Selama indeks tetap di atas level 6.300, target jangka menengah bagi IHSG bisa mencapai 7.300,” jelas Fanny dalam laporan risetnya pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebagian besar bursa saham di Asia menunjukkan tren positif pada perdagangan Rabu kemarin, dengan bursa Korea Selatan memimpin kenaikan signifikan. Hal ini didorong oleh optimisme mengenai prospek investasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), setelah sejumlah perusahaan teknologi dari Amerika Serikat melaporkan permintaan yang kuat untuk infrastruktur AI.
Namun, di sisi lain, mata uang di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang cenderung terbatas. Kenaikan harga minyak global memberikan tekanan tambahan bagi negara-negara yang tergantung pada impor energi.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen, sementara Topix menguat sebesar 0,9 persen. Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup dengan lonjakan 3,7 persen, dan KOSDAQ bertambah 0,12 persen. Saham-saham produsen chip, seperti Samsung Electronics, melonjak 6,7 persen, sedangkan SK Hynix mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen.
Penguatan pasar ini didorong oleh optimisme setelah perusahaan-perusahaan seperti CoreWeave dan Super Micro Computer yang bergerak di bidang komputasi awan AI mengumumkan rencana investasi dan proyeksi yang positif. Keadaan ini semakin mengkonfirmasi keyakinan bahwa lonjakan investasi di sektor AI masih memiliki potensi untuk berlanjut.
“Support IHSG berada pada kisaran 6.300 hingga 6.320, sedangkan level resistensinya di rentang 6.400 hingga 6.450,” tambahnya.
Sementara itu, Wall Street juga ditutup menguat pada Rabu kemarin, didorong oleh optimisme terhadap prospek bisnis di sektor AI setelah kinerja sejumlah perusahaan infrastruktur AI yang melampaui ekspektasi pasar.
Sentimen positif semakin menguat setelah data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan harga masih dalam kendali. Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen, sedangkan Nasdaq menguat 0,54 persen. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan tipis sebesar 0,04 persen.
➡️ Baca Juga: Mempraktikkan Gaya Hidup Sehat dan Disiplin tanpa Kompromi pada Kenyamanan
➡️ Baca Juga: Manfaat Latihan Isometrik untuk Meningkatkan Kesehatan Sendi yang Bermasalah




