Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
berita

Kepala BNN Ungkap Lapas di RI Overkapasitas 90% dengan Mayoritas Narapidana Narkoba

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia mengalami kondisi kelebihan kapasitas yang sangat memprihatinkan, mencapai 90 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Suyudi dalam sebuah rapat bersama Komisi III DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam penjelasannya, Suyudi menyebutkan bahwa total kapasitas lapas di seluruh Indonesia hanya dirancang untuk menampung 146.260 individu. Namun, kenyataannya, jumlah penghuni lapas yang terdiri dari tahanan dan narapidana telah mencapai 278.376 orang.

“Situasi ini menyebabkan terjadinya overkapasitas yang sangat mencolok, yaitu sebanyak 132.116 jiwa, yang setara dengan 90% dari kapasitas ideal,” tutur Suyudi.

Dia juga menambahkan bahwa dari total penghuni lapas, sekitar 54 persen di antaranya terlibat dalam tindak pidana narkoba.

“Ini adalah catatan penting bagi kita semua mengenai seberapa besar pengaruh kejahatan narkotika terhadap tingkat kepadatan lapas. Dari 278.376 penghuni, 150.202 orang atau 54% berkaitan dengan kasus narkotika,” jelasnya.

Mengenai status tahanan, Suyudi merinci bahwa dari total 59.352 penghuni, terdapat 27.270 orang yang terjerat kasus narkotika. Rinciannya, 11.431 orang berstatus sebagai pengguna dan 15.839 orang merupakan produsen atau bandar.

Sedangkan untuk narapidana, dari total 219.024 orang, sebanyak 122.932 orang berada di balik jeruji karena terlibat dalam kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, 42.595 orang adalah pengguna, dan 80.337 orang lainnya merupakan produsen atau bandar narkoba.

➡️ Baca Juga: Warga Ciptakan Inovasi Air Bersih dari Embun

➡️ Baca Juga: Ekonom Paramadina: Diskon Transportasi-BSU Konsepnya “Tangan di Atas”, Buat Rakyat Ketergantungan

Related Articles

Back to top button