depo 10k Depo 10k
religi

Doa untuk Bertemu Lailatul Qadar dan Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Dalam periode ini, terdapat satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Dengan kemuliaan yang dimilikinya, umat Muslim dianjurkan untuk lebih giat dalam beribadah, berdoa, dan melakukan istighfar agar tidak kehilangan peluang emas yang ditawarkan oleh malam tersebut.

Para ulama mengungkapkan bahwa waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah. Hikmah dari kerahasiaan ini adalah agar umat Islam berusaha semaksimal mungkin dalam menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadhan, bukan hanya berfokus pada satu malam tertentu.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah membaca doa khusus ketika berharap untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Berikut ini adalah penjelasan yang lebih mendalam mengenai hal tersebut berdasarkan sumber dari NU Online.

Hadits yang menjelaskan tentang doa untuk Lailatul Qadar berawal dari pertanyaan Sayyidah Aisyah RA kepada Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Aisyah berkata:

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya, “Dari Sayyidah Aisyah ra, ia menceritakan bahwa ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku panjatkan?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’” (HR At-Tirmidzi).

Hadits ini menjadi landasan utama bagi doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (apabila dibaca secara berjamaah) yang berarti:

“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah. Engkau juga menyukai ampunan. Oleh karena itu, ampunilah aku (ampunilah kami).”

Doa ini menunjukkan bahwa inti dari permohonan di malam Lailatul Qadar adalah untuk mendapatkan ampunan. Seberapa pun banyaknya amal yang telah dilakukan, seorang hamba tetap membutuhkan pengampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Mengapa permohonan ampun menjadi hal yang krusial?

Lailatul Qadar bukan hanya sekadar momen untuk mengejar pahala yang berlipat ganda, tetapi juga merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Permohonan ampun menjadi prioritas utama karena dengan ampunan Allah, seorang hamba akan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

➡️ Baca Juga: Ketua PDI-P Ingatkan Gibran: Jangan Banyak Bikin Video, Kerja Saja

➡️ Baca Juga: Peluncuran Aplikasi Kesehatan untuk Masyarakat

Back to top button