Arsenal Berisiko Kehilangan Dua Gelandang Penting di Momen Krusial Liga Champions

Dua gelandang Arsenal, Martin Zubimendi dan Christian Norgaard, kini berada dalam posisi yang mengkhawatirkan menjelang pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting CP di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Rabu, 8 April 2026, dini hari WIB. Ancaman skorsing yang dihadapi keduanya dapat berdampak signifikan pada strategi tim.
Zubimendi tengah menghadapi risiko serius setelah mengumpulkan tiga kartu kuning dalam fase liga sebelumnya. Sesuai dengan aturan UEFA yang menerapkan akumulasi kartu di level 3-5-7-9, kartu kuning yang diterima tidak akan dihapus hingga fase semifinal. Ini menambah ketegangan menjelang laga penting tersebut.
Jika ia kembali mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Sporting CP, Zubimendi dipastikan akan absen pada leg kedua di Emirates Stadium. Lebih parah lagi, jika ia mendapatkan kartu kuning di leg kedua, maka potensi untuk melewatkan leg pertama semifinal melawan Barcelona atau Atletico Madrid pun sangat mungkin terjadi.
Situasi tidak berbeda juga dialami oleh Christian Norgaard. Gelandang asal Denmark ini sudah mengumpulkan dua kartu kuning, sehingga hanya memerlukan satu kartu lagi untuk terkena larangan bermain. Meskipun lebih sering berperan sebagai pemain cadangan, Norgaard tetap harus ekstra hati-hati jika diberikan kesempatan untuk bermain.
Di sisi lain, Arsenal menerima kabar baik karena tidak ada pemain yang terkena skorsing akibat akumulasi kartu untuk laga di Lisbon. Selain itu, mereka juga beruntung karena kapten Sporting CP, Morten Hjulmand, tidak dapat bermain akibat skorsing setelah menerima kartu kuning kelima pada babak 16 besar.
Hjulmand sebelumnya menjadi salah satu kunci sukses Sporting CP melaju ke perempat final. Tim asal Portugal ini sempat tertinggal agregat 0-3 dari Bodo/Glimt sebelum berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan telak 5-0 di leg kedua.
Sepanjang musim ini, Hjulmand tampil sebagai pilar utama di lini tengah Sporting. Ia mencatatkan akurasi umpan yang mencapai 91 persen di liga domestik, serta unggul dalam duel dan kontribusi defensif. Kehilangan pemain berusia 26 tahun tersebut diprediksi akan berdampak pada keseimbangan permainan tim tuan rumah.
Dengan situasi yang ada, Arsenal memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keadaan ini dan mencuri keunggulan pada leg pertama sebelum menghadapi laga balasan di London pekan depan. Hal ini menjadi kesempatan berharga bagi tim untuk melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa.
➡️ Baca Juga: Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Raih Rp46 M dalam Tiga Tahun, KPK Mengungkap Fakta Ini
➡️ Baca Juga: Impian Ivan Gunawan Sebulan Tinggal di Tanah Suci




