Purbaya Siap Investasi Tanpa Batas untuk Atasi Karhutla, Asalkan Tanpa Mark Up

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran telah disiapkan untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggaran tersebut akan segera dicairkan ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan kebutuhan yang diperlukan.
“Kami selalu siap dengan dana tersebut, tinggal bagaimana BNPB menjalankan operasionalnya,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu.
Menurut Purbaya, saat ini BNPB telah memiliki anggaran sebesar Rp5 triliun untuk penanganan bencana nasional. Kementerian Keuangan belum menambah anggaran baru untuk penanganan karhutla, dikarenakan belum menerima usulan dari BNPB terkait kebutuhan tambahan.
“BNPB belum memberikan estimasi biaya total, sehingga kami belum mengetahui berapa jumlahnya. Situasi ini masih berlangsung dan BNPB akan mengevaluasi kembali. Namun, menurut perhitungan saya, dampaknya tidak akan sebesar yang terjadi di Aceh, karena situasi di Aceh sangat masif,” jelasnya.
Sebagai bendahara negara, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada batasan nilai anggaran tambahan yang dapat diajukan oleh BNPB. Namun, ia mengingatkan bahwa semua pengajuan dana harus bebas dari praktik mark up.
“Yang penting, pengajuan tersebut tidak boleh ada markup. Penanganan bencana memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan belanja rutin. Ini menyangkut kehidupan masyarakat yang terancam, sehingga kami akan memperlakukan hal ini secara berbeda dibanding program-program lainnya,” jelas Menkeu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk gempa bumi dan karhutla yang disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem.
Dalam pidatonya pada peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus, Presiden menyatakan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sektor serta memobilisasi sumber daya yang cukup besar.
Presiden Prabowo optimis bahwa penanganan karhutla di berbagai daerah dapat diselesaikan dalam waktu dekat, berkat pengerahan sumber daya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kebakaran.
“Saya rasa situasi sudah mulai terkendali dan termitigasi di beberapa lokasi. Saya berharap dalam satu atau dua minggu ke depan, semua masalah dapat diselesaikan,” ungkapnya.
➡️ Baca Juga: Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Hingga 31 Agustus 2025
➡️ Baca Juga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar Menurut Buya Yahya yang Perlu Anda Ketahui




