Ketua KPI Menerima Penghargaan Tokoh Penjaga Etika Penyiaran Publik KWP Award 2026

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, baru saja menerima penghargaan sebagai Tokoh Penjaga Etika Penyiaran Publik dalam acara Kordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP Awards) 2026. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang menunjukkan dedikasi, integritas, dan kontribusi signifikan dalam menjalankan tugas di bidang penyiaran. Acara tersebut dilangsungkan di Gedung Pustakaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Kamis, 16 April.
Ubaidillah menyatakan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pendorong dan motivasi bagi lembaga penyiaran televisi dan radio, serta masyarakat, untuk terus meningkatkan kualitas penyiaran dengan menjunjung tinggi etika. Ia percaya bahwa dengan komitmen yang kuat, kualitas penyiaran di Indonesia dapat terjaga dan ditingkatkan.
“Penghargaan ini merupakan dorongan bagi kita semua, baik dari televisi, radio, maupun seluruh insan penyiaran, untuk menjadi lebih kuat dan adaptif dalam meningkatkan kualitas siaran dengan menjadikan etika sebagai landasan utama. Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, karena penghargaan ini adalah untuk seluruh insan penyiaran di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Ubaidillah, saat ini Indonesia sedang berupaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia melihat ini sebagai peluang bagi dirinya untuk memberikan kontribusi maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dengan semangat ini, ia berharap bisa berkontribusi lebih dalam dunia penyiaran.
“Kita yang berkiprah di bidang penyiaran tentunya akan memberikan kontribusi terbaik melalui media ini. Hal yang sama juga berlaku bagi setiap individu di bidangnya masing-masing. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menjaga iklim demokratis dalam dunia penyiaran, serta mengawal pemerintahan saat ini,” tambahnya.
Ubaidillah bukanlah orang baru dalam dunia penyiaran. Karirnya dimulai pada tahun 2012 sebagai tim pemantau lembaga penyiaran di KPI Pusat. Ia terpilih sebagai Anggota KPI Daerah Jakarta pada periode 2014-2016, kemudian melanjutkan karirnya menjadi Anggota KPI Pusat hingga akhirnya menjabat sebagai Ketua KPI Pusat untuk periode 2022-2025.
Selama perjalanan karirnya, Ubaidillah telah menghasilkan berbagai karya yang dipublikasikan di berbagai media. Tahun lalu, ia menerbitkan buku berjudul “Media, Penyiaran, dan Pesantren”. Selain itu, ia juga aktif berpartisipasi sebagai delegasi dalam berbagai pertemuan internasional di bidang penyiaran, menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam perkembangan media.
➡️ Baca Juga: Ketua Komisi XII DPR Tegaskan Kendaraan Listrik Sebagai Pilar Percepatan Transisi Energi
➡️ Baca Juga: Joan Laporta Memimpin Barcelona Kembali hingga Tahun 2031 Dengan Visi Terbaru




