happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Sekolah Rakyat Papua Tingkatkan Akses Pendidikan Berkualitas di Wilayah 3T

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Papua merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama di daerah-daerah yang termasuk dalam kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Proyek ini dilaksanakan melalui pembangunan fasilitas pendidikan di beberapa lokasi, termasuk Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.

Proses pembangunan yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dimulai pada bulan Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada bulan Maret 2027. Hingga bulan September 2026, tingkat kemajuan pembangunan telah mencapai sekitar empat persen. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp1 triliun, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun ketiga Sekolah Rakyat tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

“Pendidikan adalah hal yang fundamental. Ketika keluarga yang tidak mampu tidak memiliki kemampuan untuk menyekolahkan anak-anak mereka, negara harus hadir untuk membantu, pemerintah harus terlibat,” ungkap AHY.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Papua juga mendukung pola pendidikan yang terintegrasi dengan menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu lokasi. Konsep ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkelanjutan, didukung oleh fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa setiap Sekolah Rakyat yang dibangun di ketiga wilayah tersebut dirancang untuk menampung hingga 1.260 siswa.

“Setiap Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Biak Numfor dapat menampung masing-masing 1.260 siswa, sehingga total kapasitas di ketiga daerah ini mencapai 3.780 siswa,” tutur Diana Kusumastuti, sebagaimana dikutip pada hari Senin, 28 September 2026.

Fasilitas yang disediakan mencakup gedung pendidikan, asrama siswa, rumah susun untuk guru, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, fasilitas olahraga, dan bangunan pendukung lainnya. Semua kelengkapan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang optimal bagi perkembangan akademik serta karakter siswa.

Menurut AHY, pembangunan sumber daya manusia sangat penting bagi Papua yang kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu, peningkatan kualitas generasi muda harus sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah tersebut.

“Jika kita ingin memajukan Papua, hal pertama yang harus kita bangun adalah sumber daya manusianya,” tegas AHY.

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengelola Aplikasi Latar Belakang di Android Agar Baterai Lebih Awet

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menghadapi Pertahanan Lawan yang Sangat Parkir Bus dalam Sepak Bola

Related Articles

Back to top button