Ketua Komisi XII DPR Tegaskan Kendaraan Listrik Sebagai Pilar Percepatan Transisi Energi

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menegaskan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil. Langkah ini juga menjadi bagian integral dari upaya transisi energi nasional yang lebih luas.
Bambang mengungkapkan bahwa sektor transportasi masih menjadi salah satu konsumen utama energi fosil di Indonesia. Oleh karena itu, pergeseran menuju kendaraan listrik diharapkan menjadi solusi konkret untuk secara bertahap menurunkan penggunaan bahan bakar minyak yang selama ini dominan.
“Transisi ke kendaraan listrik adalah langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap energi fosil. Ini bukan hanya terkait dengan teknologi, tetapi merupakan bagian dari kebijakan energi nasional yang lebih besar menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Bambang dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik akan mendorong peralihan konsumsi energi dari bahan bakar minyak ke listrik. Dengan bertambahnya proporsi energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan nasional, diharapkan kualitas energi yang digunakan dapat semakin bersih dan ramah lingkungan.
Dengan langkah ini, Bambang menekankan bahwa kendaraan listrik tidak hanya akan membantu mengurangi konsumsi energi fosil, tetapi juga berfungsi sebagai alat penting dalam mengurangi emisi karbon dan mencapai target pengurangan emisi nasional yang telah ditetapkan.
“Kendaraan listrik seharusnya dipandang sebagai bagian yang sangat penting dalam transisi energi. Semakin cepat kita mengadopsinya, semakin besar kontribusinya dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi emisi,” ungkapnya.
Ia juga mencatat bahwa pengembangan kendaraan listrik harus dilakukan secara komprehensif, mencakup penguatan ekosistem yang meliputi penyediaan infrastruktur pengisian daya, kesiapan industri baterai domestik, serta dukungan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, Bambang mendorong pemerintah untuk terus mempercepat langkah-langkah strategis agar penggunaan kendaraan listrik dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, serta memastikan bahwa transisi energi berlangsung secara terukur dan inklusif.
“Dengan pendekatan yang terintegrasi, kendaraan listrik akan menjadi salah satu pendorong utama dalam transformasi energi Indonesia menuju sistem yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: 10 Ruas Tol Fungsional Siap Layani Pemudik Lebaran 2026 untuk Mengatasi Lonjakan Kendaraan
➡️ Baca Juga: Kronologi Penemuan Cucu Mpok Nori yang Diduga Dibunuh oleh Warga Iran




