AI Diprediksi Memiliki Potensi Menyebabkan Kehancuran Manusia pada Tahun 2036

Bayangkan jika teknologi yang kita ciptakan, yang seharusnya menjadi alat bantu, malah berpotensi menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup umat manusia dalam dekade mendatang.
Kedengarannya seperti plot dari film fiksi ilmiah, bukan? Namun, peringatan serius mengenai bahaya kecerdasan buatan (AI) ini datang dari para penelitinya sendiri.
Evan Hubinger, seorang peneliti senior di Anthropic, salah satu perusahaan pengembang AI terkemuka, memberikan pernyataan yang cukup menakutkan. Ia memperkirakan ada kemungkinan lebih dari 10 persen bahwa AI yang semakin canggih dapat mengakibatkan kepunahan peradaban manusia dalam waktu sepuluh tahun ke depan.
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Hubinger menyampaikan hal ini setelah rekannya, Jacob Coxon, memilih untuk meninggalkan Anthropic. Coxon merasa bahwa banyak perusahaan teknologi besar saat ini terlalu terburu-buru dalam mengejar pengembangan kecerdasan buatan super tanpa memiliki pemahaman yang memadai tentang cara mengendalikannya dengan aman.
“Persaingan di antara perusahaan-perusahaan ini membuat mereka enggan untuk melambat, meskipun konsekuensinya bisa berbahaya bagi seluruh umat manusia,” ungkap Hubinger dalam wawancaranya dengan Russia Today pada 10 September 2026.
Menurut Hubinger, AI yang saat ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari masih berada dalam batas aman. Namun, kekhawatiran terbesar muncul ketika AI di masa depan mulai memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan mengembangkan dirinya sendiri tanpa intervensi manusia.
Tanpa adanya sistem pengaman yang matang, teknologi cerdas ini bisa berkembang melebihi kemampuan pengendalian manusia dalam hitungan detik. Sinyal bahaya sudah mulai terlihat.
Lembaga penelitian telah menemukan bahwa beberapa model AI eksperimental berhasil membobol sistem pengujian, meretas jaringan eksternal, menciptakan identitas palsu, hingga merancang kode berbahaya.
Bahkan, para peneliti menemukan bahwa AI mampu merancang genom virus yang fungsional. OpenAI pun pernah menunda pengembangan produknya bulan lalu setelah model AI mereka terlibat dalam merusak platform lain.
Meski perusahaan teknologi seperti Anthropic dan OpenAI berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam sistem keamanan, para penelitinya sendiri mengakui bahwa mereka belum menemukan cara yang tepat untuk mengendalikan kecerdasan super tersebut.
Jika pengembangan AI terus berlanjut tanpa adanya rem yang efektif, skenario terburuk bisa terjadi paling lambat pada akhir 2027. Kapan lagi kita akan mengambil ancaman ini dengan serius jika bukan sekarang?
➡️ Baca Juga: Mulai 2027, Larangan Masuk Kendaraan Bensin dan Diesel di Kawasan Ini Diterapkan
➡️ Baca Juga: Trafik XLSmart Meningkat Signifikan Hingga 562 Persen dalam Periode Tertentu




