pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Kolaborasi Lintas Sektor Menciptakan Dampak Sosial Berkelanjutan untuk Masyarakat

Jakarta – Indonesia Endowment Ecosystem merupakan suatu infrastruktur kolaboratif yang berlandaskan wakaf, bertujuan untuk menciptakan sumber pendanaan sosial berkelanjutan melalui pengelolaan aset yang produktif. Salah satu program unggulannya adalah penyediaan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi namun berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

Nur Efendi, anggota Dewan Pembina Rumah Wakaf, menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan elemen penting dalam pengembangan Ekosistem Dana Abadi yang berbasis wakaf.

Dalam konsep ini, dana pokok wakaf akan terus dipertahankan, sedangkan hasil dari pengelolaan dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program sosial yang bermanfaat, terutama dalam bidang pendidikan.

Menurut Nur, banyak program sosial yang memiliki niat baik tetapi sering kali mengalami masalah dalam hal keberlanjutan. Oleh karena itu, dia berharap dana abadi yang berbasis wakaf dapat membantu memastikan bahwa program-program tersebut memberikan dampak yang lebih lama.

“Pokoknya tetap, kemudian hasilnya dimanfaatkan atau disedekahkan. Terutama untuk program-program pendidikan,” jelasnya pada Kamis, 10 September 2026.

Pada tahap awal, telah diberikan beasiswa secara simbolis kepada lima penerima manfaat, di mana masing-masing menerima Rp5 juta dari hasil pengelolaan dana wakaf.

Kriteria penerima beasiswa mencakup mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang baik serta mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang mendukung.

Tidak hanya berhenti pada pemberian beasiswa, Rumah Wakaf menargetkan agar dana abadi berbasis wakaf yang dikelola dapat mencapai Rp10 miliar pada bulan Desember mendatang.

Nur menambahkan bahwa manfaat dari dana tersebut tidak hanya diarahkan untuk mahasiswa, tetapi juga diperuntukkan bagi tenaga pendidik, khususnya mereka yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata.

“Kunci pendidikan itu salah satunya adalah tenaga pendidik. Maka kita berharap tenaga pendidik ini menjadi salah satu beneficiaries dari dana wakaf abadi ini,” ungkapnya.

Dana yang berasal dari wakaf juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Nur menjelaskan bahwa ekosistem tersebut telah berperan aktif dalam merespons bencana di berbagai daerah. Bantuan darurat lebih difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti penyelamatan, pangan, air, dan kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, hasil dari pengelolaan dana wakaf dapat digunakan untuk membangun kembali fasilitas yang rusak, seperti sekolah dan jembatan.

“Jika hasil asesmen menunjukkan bahwa pembangunan sekolah menjadi prioritas, kita bisa membangun sekolah dari dana manfaat abadi wakaf. Jika beasiswa diperlukan, kita akan memberikannya,” tuturnya.

Dalam pengembangan ekosistem saat ini, Rumah Wakaf memprioritaskan wakaf dalam bentuk uang, yang dianggap lebih fleksibel dan dapat diakses untuk berbagai program sosial.

➡️ Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok Seiring Menurunnya Keyakinan Terhadap Suku Bunga The Fed

➡️ Baca Juga: Vidi Aldiano Menanyakan Hal Penting kepada Habib Jafar Sebelum Meninggal Dunia

Related Articles

Back to top button